DEPOK — Kewajiban memilah sampah kini berlaku bagi seluruh anggota Polres Metro Depok. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk partisipasi aktif institusi kepolisian dalam penanganan darurat sampah yang selama ini membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah tersebut.
Kota Depok selama ini bergulat dengan volume sampah harian yang tinggi. Dengan mewajibkan personel memilah dari rumah, Polres Depok berharap ada pengurangan signifikan terhadap sampah yang dikirim ke TPA. Langkah ini juga menjadi contoh nyata bagi warga bahwa pemilahan bisa dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.
Setiap personel diwajibkan memisahkan sampah organik dan anorganik di kediaman masing-masing. Sampah organik seperti sisa makanan diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik dan botol harus disetorkan ke bank sampah terdekat. Polres juga mendorong personel untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kebijakan ini diyakini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membangun kesadaran ekologis di kalangan aparat. Jika berjalan konsisten, ribuan rumah tangga personel Polres Depok bisa memangkas volume sampah hingga puluhan ton per bulan. Masyarakat pun diharapkan terinspirasi untuk melakukan hal serupa.
Pihak Polres akan melakukan pemantauan secara berkala melalui atasan langsung masing-masing personel. Bagi yang tidak menjalankan kewajiban ini, akan diberikan teguran administratif. Program ini merupakan bagian dari instruksi pimpinan untuk menjadikan lingkungan kepolisian sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah.
Depok termasuk daerah dengan produksi sampah harian yang tinggi, sebagian besar berasal dari permukiman padat dan kawasan komersial. TPA Cipayung dan TPA Lulut seringkali kewalahan menerima kiriman sampah. Inisiatif seperti kewajiban memilah di instansi pemerintahan, termasuk kepolisian, menjadi langkah konkret untuk menekan volume dari hulu.
Program ini baru dimulai dan akan dievaluasi setiap tiga bulan. Jika terbukti efektif, Polres Depok berencana memperluas kewajiban serupa ke seluruh asrama dan fasilitas dinas. Keberhasilan program ini juga akan menjadi bahan kajian bagi instansi lain di Depok untuk menerapkan kebijakan serupa.