DPRD Kota Bogor Sidak Proyek Hotel Prima Katulampa, Warga Keluhkan Jendela Tertutup Tembok dan Kebisingan

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:09:01 WIB
DPRD Kota Bogor melakukan sidak ke proyek Hotel Prima Katulampa terkait keluhan warga.

BOGOR — Sejumlah rumah warga di Katulampa, Bogor Timur, terdampak langsung oleh pembangunan Hotel Prima. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, menyebut ada rumah yang jendelanya tertutup tembok proyek, selain keluhan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga.

“Ada beberapa poin krusial yang disampaikan warga, mulai dari kebisingan yang mengganggu kenyamanan hingga adanya rumah warga yang terdampak langsung karena jendela mereka tertutup oleh dinding proyek,” ujar Abdul Rosyid di lokasi sidak.

Pemanggilan Manajemen Hotel dan OPD Digelar Pekan Depan

Setelah meninjau langsung, DPRD akan membedah dokumen perizinan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek. Abdul Rosyid mengatakan pemanggilan resmi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan manajemen hotel akan dilakukan setelah masa reses DPRD selesai.

“Pekan depan kami akan memanggil OPD terkait terlebih dahulu untuk mencocokkan data, kemudian disusul pemanggilan manajemen hotel,” jelasnya.

Potensi Kemacetan Baru di Katulampa

Komisi III juga menyoroti potensi kemacetan parah di kawasan Katulampa akibat hadirnya hotel dan pusat aktivitas baru. Abdul Rosyid menegaskan, investasi di Kota Bogor harus diimbangi kesiapan infrastruktur jalan agar tidak menimbulkan titik sumbatan baru.

“Jangan sampai keberadaan pusat bisnis baru justru mengorbankan kenyamanan pengguna jalan dan membuat warga di belakang hotel terjebak macet,” tegas politisi tersebut.

Ancaman Pembekuan Izin Jika Pengembang Abai

Abdul Rosyid memperingatkan bahwa DPRD akan merekomendasikan penghentian sementara proyek jika pihak hotel tidak merespons pemanggilan. “Dengan tegas Komisi III akan meminta pemerintah daerah menghentikan sementara proyek pembangunan tersebut sampai pihak hotel bersedia duduk bersama dan melakukan sosialisasi yang transparan kepada masyarakat,” ujarnya.

Infrastruktur Jalan di Bogor Timur Sudah Overload

Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, menambahkan bahwa kemacetan di Katulampa memang sudah menjadi rapor merah. Persimpangan Parung Banteng dan Bandar Kemang kerap menyebabkan kemacetan parah, terutama bagi warga yang hendak menuju Regional Ring Road (R3).

“Bahkan, untuk melintas dari Perumahan Griya Katulampa menuju jalur R3, warga bisa menghabiskan waktu lebih dari setengah jam akibat penumpukan kendaraan,” urai Eka.

Eka menegaskan, sidak ini akan menjadi pintu masuk untuk mendorong Pemkot Bogor mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di Bogor Timur secara komprehensif. “Setelah ini, kami akan merumuskan kebutuhan mendesak warga terkait peningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang,” pungkasnya.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: bogorone.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top