JAWA BARAT — Momen bersejarah itu tercipta di Vitality Stadium, Bournemouth. City, yang tertinggal lima poin dari Arsenal sebelum laga, wajib menang untuk memperpanjang persaingan. Namun, gawang mereka justru kebobolan lebih dulu lewat gol Eli Junior Kroupi. Erling Haaland memang menyamakan kedudukan di masa injury time, tapi hasil imbang itu sudah cukup untuk mengirim gelar ke Emirates Stadium.
City tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen, namun Bournemouth tampil disiplin dan efektif. Kroupi mencetak gol pada menit ke-58 memanfaatkan serangan balik cepat. Haaland baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-90+3 melalui skema sepak pojok. Namun, waktu tak cukup bagi City untuk mencetak gol kemenangan.
“Selamat untuk Arsenal, tapi untuk City, kami berharap lebih. Saat semuanya ada di tangan mereka, mereka tak bisa menyelesaikannya,” ujar mantan bek City, Micah Richards, mengomentari kegagalan tim asuhan Pep Guardiola tersebut.
Tekanan ke pundak City sebenarnya sudah dimulai sejak Senin (18/5) lalu. Arsenal sukses memenangi laga sengit melawan Burnley dengan skor 1-0 di Emirates. Satu-satunya gol dicetak oleh Kai Havertz, yang membuat Arsenal mempertahankan keunggulan lima poin di puncak. Hasil itu memaksa City wajib menang di Bournemouth, sebuah tekanan yang akhirnya gagal mereka atasi.
Ini adalah musim ketujuh penuh Mikel Arteta menukangi Arsenal. Sebelumnya, The Gunners tiga kali berturut-turut menjadi runner-up. Musim lalu, mereka bahkan sempat unggul delapan poin di puncak sebelum akhirnya tersalip City di pekan-pekan akhir. Musim ini, ketahanan mental tim menjadi kunci, terutama setelah kalah dari City di Etihad Stadium bulan lalu.
“Kami tahu dari dalam diri, kami punya keyakinan dan masih bisa menang (setelah kalah dari City),” ujar gelandang Arsenal, Declan Rice. “Tapi ini emosional, karena melihat dari mana klub ini berasal dalam 10 tahun terakhir—naik turunnya. Klub ini pantas mendapatkan hal-hal baik.”
Setelah memastikan gelar domestik, Arsenal masih memiliki satu misi besar. Mereka akan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions di Budapest, Sabtu (30/5) mendatang. Kemenangan di laga itu akan menggenapi musim sempurna dengan gelar ganda perdana dalam sejarah klub, sebuah prestasi yang belum pernah diraih bahkan di era The Invincibles sekalipun.