CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui DPUTR terus mengebut perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, mengatakan total ada 24 ruas jalan yang telah selesai diperbaiki dan kini bisa dimanfaatkan masyarakat.
Panjang penanganan di setiap ruas bervariasi, mulai 175 meter hingga lebih dari 1 kilometer. Lebar jalan yang diperbaiki berkisar antara 3,5 meter sampai 6 meter. Sebagian besar proyek menggunakan konstruksi beton agar daya tahan jalan lebih kuat.
Ruas jalan yang sudah rampung diperbaiki meliputi Jalan Mundu-Pamengkang, Sindangjawa-Mandirancan, Palimanan-Kramat, Gebangilir-Waled, dan Jamblang-Bakung. Selain itu, ada juga Jalan Halimpu-Wangkelang, Dukupuntang-Girinata, Sindanglaut-Pabuaran, serta Tegalgubug-Kaliwedi.
Lima ruas lainnya adalah Jalan Gesik-Sendang, Celancang-Pangkalan, Dawuan-Wanakaya, Arjawinangun-Suranenggala, dan Kalirahayu-Tawangsari. Perbaikan juga menyasar Jalan Cideng-Kertawinangun, Playangan-Bojongnegara, Klangenan-Panguragan, Gegesik-Kedungdalem, serta Tegalsari-Lemahtamba.
Tak ketinggalan, Jalan Pangarengan-Sindanglaut, Waled-Cibogo, Megu-Lurah, Sindanglaut-Ciawigajah, dan Bunder-Luwungkencana juga masuk dalam daftar proyek perbaikan ini.
Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan tingkat kemantapan jalan di daerahnya bisa tercapai pada 2029. Total panjang jalan kabupaten yang harus dipelihara mencapai 1.240 kilometer.
“Pada 2026, terdapat tiga ruas jalan kabupaten yang direncanakan mendapatkan bantuan penanganan dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Saat ini masih dalam proses asistensi DED. Mudah-mudahan dapat terealisasi seperti tahun sebelumnya,” ujar Sunanto.
DPUTR Kabupaten Cirebon juga tengah menyiapkan lelang tahap ketiga yang mencakup sekitar 70 paket pekerjaan. Mayoritas paket tersebut memiliki nilai di bawah Rp1 miliar dan tetap menggunakan konstruksi betonisasi.
Pemerintah daerah mengandalkan APBD Kabupaten Cirebon untuk membiayai proyek ini. Namun, mereka juga terus berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar percepatan pembangunan infrastruktur antar wilayah bisa berjalan maksimal.