BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta panitia pelaksana dan aparat keamanan benar-benar mengantisipasi potensi gangguan sejak sekarang. Ia tidak ingin perayaan juara Persib Bandung rusak karena penonton masuk ke lapangan terlalu cepat.
"Saya wanti-wanti Panpel kejadian tahun 2025 di GBLA jangan terulang," kata Erwan seusai rapat persiapan konvoi Persib juara Liga 1 2026 di Gedung Sate, Selasa (19/5/2026).
Menurut Erwan, pertandingan terakhir Persib dijadwalkan kick-off pukul 16.00 WIB. Setelah laga selesai, akan ada prosesi pengalungan medali yang berlangsung hingga malam hari.
"Jangan sampai yang seharusnya seremoni pengalungan medali berjalan baik, ditonton jutaan masyarakat Indonesia hingga luar negeri, banyak hal yang tidak diinginkan," tuturnya.
Ia menegaskan, sebelum pertandingan berakhir, tidak boleh ada yang masuk lapangan. Hal yang sama berlaku setelah laga usai, agar pemain dan ofisial dapat menerima medali dan trofi dengan khidmat.
Pemprov Jabar, Polrestabes Bandung, Polda Jabar, dan Dinas Perhubungan terus mematangkan persiapan jelang hari H. Rapat koordinasi digelar setiap hari untuk mengantisipasi lonjakan suporter dari luar kota.
"Hari ini sedang dilakukan rapat di Polrestabes Bandung untuk mengantisipasi animo masyarakat yang datang dari luar kota," ujar Erwan.
Pertandingan di GBLA diperkirakan dipadati bobotoh dari berbagai daerah. Selain keamanan, Erwan juga mengingatkan soal kebersihan stadion dan sekitarnya.
"Pasti di Sabtu dan Minggu sampah akan menumpuk dan harus saling menjaga semuanya," tambahnya.
Jika Persib berhasil mengunci gelar juara Liga 1 2026, rute pawai kemenangan dipastikan berbeda dibanding tahun sebelumnya. Erwan menjelaskan, konvoi biasanya berakhir di halaman Gedung Sate, namun lokasi itu sedang dalam perbaikan.
"Akhirnya kami balik, rombongan akan finis di depan Gedung Merdeka, Kota Bandung," pungkasnya.
Pemprov berharap seluruh bobotoh dapat menjaga ketertiban selama perayaan, baik di dalam stadion maupun di sepanjang rute konvoi.