BOGOR — Puluhan sopir angkutan umum dan pemilik kendaraan di Leuwiliang mendapat layanan gratis secara bersamaan, mulai dari cek kesehatan hingga uji emisi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB itu menyasar dua aspek utama keselamatan berkendara: kondisi fisik pengemudi dan kelaikan armada.
Posko Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi titik paling ramai. Total 63 pengunjung memeriksakan Gula Darah Sewaktu (GDS), sementara 16 di antaranya juga menjalani pemeriksaan kolesterol. Layanan ini dihadirkan oleh RSUD R. Moh. Noh Nur bersama UPT Puskesmas Leuwiliang.
Para sopir yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pengecekan—baik fisik maupun kendaraan—mendapatkan paket sembako dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan langsung kepada pengemudi yang telah berpartisipasi.
Di area terminal, petugas Dishub memeriksa 50 unit kendaraan dalam uji KIR. Selain itu, sebanyak 30 kendaraan menjalani uji emisi untuk memastikan tingkat polusi yang dihasilkan masih dalam ambang batas wajar. Pemeriksaan ini menjadi agenda rutin yang dikemas dalam momen HJB ke-544.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara RSUD R. Moh. Noh Nur, UPT Puskesmas Leuwiliang, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor agar kendaraan maupun para sopir berada dalam kondisi sehat dan layak saat beroperasi di jalan raya,” ujar Sekretaris Dishub Kabupaten Bogor, Dra. Lutfi Sahara.
Pemilihan Terminal Leuwiliang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Terminal ini menjadi titik transit utama bagi angkutan pedesaan dan antarkota di wilayah Bogor barat. Sopir yang melintas kerap kali mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin karena alasan waktu dan biaya.
Dengan menggabungkan layanan KIR, uji emisi, dan cek kesehatan dalam satu waktu, Dishub berharap para pengemudi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan atau menyisihkan waktu khusus untuk memeriksakan kondisi kendaraan dan kesehatannya.
Data kepolisian mencatat, faktor human error dan kendaraan tak laik jalan masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalur-jalur penghubung Bogor. Program terpadu semacam ini dinilai efektif untuk menjangkau pengemudi yang jarang melakukan pemeriksaan mandiri.
Ke depan, Dishub Kabupaten Bogor berencana memperluas jangkauan kegiatan serupa ke terminal-terminal lain di wilayah selatan dan timur Bogor. Jadwal pelaksanaan masih akan dikoordinasikan dengan dinas kesehatan dan rumah sakit daerah setempat.