Harga Daging Sapi di Bandung Melonjak, Pemkot Buka Jalur Distribusi Daging Beku Lewat Pasar Modern untuk Jaga Stok

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 18 Mei 2026 | 15:46:02 WIB
Harga daging sapi di Bandung melonjak akibat kenaikan harga bibit impor dan pakan ternak.

BANDUNG — Lonjakan harga daging sapi di Kota Bandung dipicu kenaikan harga bibit impor dan pakan ternak. Pasokan lokal hanya mampu memenuhi sekitar dua persen dari total kebutuhan kota. Akibatnya, harga di tingkat pedagang terus merangkak naik.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemerintah kini melakukan pendekatan ke seluruh rantai pasok. Mulai dari importir, pengusaha penggemukan sapi, rumah pemotongan hewan (RPH), hingga pedagang pasar tradisional.

Pemicu Kenaikan: Harga Bibit Impor dan Pakan Ternak Melonjak

Farhan menjelaskan, harga bibit sapi impor asal Australia, India, dan Selandia Baru naik signifikan. Ditambah lagi, harga pakan ternak ikut melonjak sehingga biaya produksi di tingkat peternak membengkak.

“Pedagang merasa terlalu berat untuk menjual dengan harga yang diminta oleh penyuplai daging di Kota Bandung,” kata Farhan, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan, sebagian besar daging segar di Bandung dipasok dari Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara itu, para pengusaha penggemukan sapi tengah fokus mengamankan stok hewan kurban menjelang Iduladha. Distribusi sapi potong harian pun makin terbatas.

Daging Beku Jadi Alternatif, Pemkot Jaga Distribusi

Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah membuka jalur distribusi daging beku melalui pasar modern. Langkah ini diharapkan bisa menjaga ketersediaan stok di tengah tekanan harga daging segar.

“Kebutuhan daging sapi sebetulnya bisa terpenuhi, tinggal masalah selera masyarakat,” ujar Farhan.

Menurutnya, sektor kuliner menjadi yang paling terdampak. Harga daging memengaruhi kualitas bakso, sementara kenaikan gandum berdampak pada harga mi dan roti. Tak hanya itu, kenaikan harga kedelai impor juga ikut memengaruhi produksi tahu dan tempe yang menjadi konsumsi harian warga.

Pedagang Diminta Tetap Buka Lapak Agar Pasar Tak Sepi

Farhan mengungkapkan, tidak ada ancaman mogok jual dari pedagang pada 18-19 Mei 2026. Sejumlah anggota asosiasi hanya mengimbau untuk sementara tidak berjualan sebagai bentuk protes terhadap harga tinggi.

Pemkot Bandung meminta para pedagang tetap membuka lapak dengan stok yang ada. “Kalau pasar sampai nol, nanti kita khawatir masyarakat panik,” kata Farhan.

Pemerintah memastikan stok daging, baik segar maupun beku, masih tersedia. Koordinasi dengan seluruh rantai pasok terus dilakukan agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak turun drastis.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: jabar.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top