BANDUNG — Haedar Nashir menegaskan bahwa kemajuan organisasi tidak bisa dicapai tanpa disiplin yang kuat. Peringatan ini disampaikan dalam Pengajian Bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, rasa segan atau sungkan kepada pihak tertentu tidak boleh membuat warga persyarikatan membiarkan kekeliruan terjadi. "Kalau salah harus dikoreksi. Jangan karena segan lalu organisasi menjadi longgar," tegas Haedar di hadapan para peserta pengajian.
Dalam kesempatan itu, Haedar juga mendorong penguatan etos kemajuan yang berlandaskan semangat Fastabiqul Khairat dalam Surah Al-Baqarah ayat 148. Ia menjelaskan, berlomba dalam kebaikan bukan sekadar pemahaman tekstual, melainkan menghadirkan pengamalan Islam yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Haedar mengapresiasi capaian Rektor UM Bandung dan memotivasi seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah di Jawa Barat untuk terus berinovasi. Menurutnya, UM Bandung tidak boleh merasa tertinggal di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat.
Haedar menyoroti bahwa organisasi tidak cukup hanya besar secara jumlah. Ia menekankan pentingnya membangun mindset baru dalam pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, Majelis Ekonomi memiliki posisi yang sama pentingnya dengan Majelis Tabligh karena kehidupan umat tidak hanya berkaitan dengan ibadah spiritual, tetapi juga kemandirian ekonomi.
"Siapa yang menguasai ekonomi, pada akhirnya akan memengaruhi politik," katanya, seraya mencontohkan bagaimana kelompok yang jumlahnya kecil namun menguasai teknologi dan ekonomi mampu memiliki pengaruh global.
Haedar juga menilai kepemimpinan Ahmad Dahlan di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat telah menghadirkan optimisme dan inspirasi baru bagi kemajuan persyarikatan di wilayah tersebut. Ia mengingatkan agar Muhammadiyah tidak mudah tergoda oleh program-program baru yang tampak menjanjikan namun belum dikaji secara matang.
Pengajian ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Haedar ke Jawa Barat setelah sebelumnya menghadiri Milad ke-113 Muhammadiyah. Pesan disiplin dan etos kemajuan pun menjadi penekanan utama agar organisasi tetap unggul dan berdaya saing di tengah dinamika zaman.