BANDUNG — Laga tandang ke markas PSM Makassar bukan sekadar pertandingan biasa bagi Persib Bandung. Duel di Stadion B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) pukul 19.00 WIB, menjadi titik krusial dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026.
Saat ini Persib memuncaki klasemen dengan 75 poin. Namun posisi itu belum aman. Borneo FC terus membayangi dengan jumlah poin yang sama. Artinya, satu kali terpeleset di Parepare bisa membalikkan situasi.
Catatan pertemuan kedua tim sejak 2016 menunjukkan duel ini selalu berjalan ketat. Berdasarkan data Transfermarkt, Persib dan PSM sudah bentrok 17 kali di kompetisi resmi liga. Hasilnya nyaris berimbang: Persib unggul tipis dengan tujuh kemenangan, sementara PSM mencatat enam kemenangan. Empat laga lainnya berakhir imbang.
Dalam lima pertemuan terakhir di liga, Persib tampil sedikit lebih konsisten. Maung Bandung mengoleksi dua kemenangan, sedangkan PSM hanya sekali menang. Dua laga lainnya berakhir imbang.
Fakta menarik lainnya, Persib sukses menyapu bersih dua pertemuan terakhir dengan kemenangan tipis 1-0. Salah satunya terjadi pada putaran pertama musim ini. Saat itu, gol tunggal Andrew Jung menjadi pembeda dan mengantar Persib ke puncak klasemen.
Meski unggul secara statistik, Persib tak bisa meremehkan tuan rumah. Stadion B.J. Habibie dikenal sebagai kandang yang panas bagi tim tamu. PSM kerap tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri dan memiliki motivasi besar untuk merusak pesta calon juara.
Bagi Persib, laga ini ibarat final sebelum final. Menang berarti satu tangan mulai menggenggam trofi. Gagal, tekanan akan berpindah ke pundak mereka jelang pekan terakhir.
Secara statistik, Persib memang sedikit unggul. Tapi sepak bola tidak pernah hanya soal angka. Di Parepare, mental juara Maung Bandung akan benar-benar diuji.