Komisi V DPRD Jabar Turun ke SMAN 1 Majalengka Awasi Mutu Program Sekolah Maung, Targetkan Lulusan Berdaya Saing Global

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:25:00 WIB
Komisi V DPRD Jabar melakukan pengawasan langsung di SMAN 1 Majalengka untuk memastikan mutu Program Sekolah Maung.

MAJALENGKA — Program Sekolah Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasuki babak pengawasan ketat. Komisi V DPRD Jabar turun langsung ke lapangan untuk memastikan sekolah-sekolah yang diproyeksikan sebagai model benar-benar menjalankan standar pendidikan tinggi, bukan sekadar ganti papan nama.

Standar Ketat dari Hulu ke Hilir Pendidikan

Yomanius Untung menegaskan bahwa kualitas program harus terukur sejak awal. Ia menyebut istilah "raw material" atau input siswa harus diseleksi dengan ketat, begitu pula proses pembelajaran hingga output berupa lulusan.

"Proses itu harus terjaga, mulai dari raw material hingga proses output-nya harus berkualitas, sehingga lulusannya pun memiliki kualitas yang membanggakan," ujar Yomanius di sela peninjauan di SMAN 1 Majalengka, Rabu (13/5/2026).

Menurut politisi tersebut, tidak ada toleransi untuk standar ganda. Sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project wajib menerapkan sistem pembelajaran berintegritas tanpa pengecualian.

Bukan Sekadar Proyek Politik Gubernur

Yomanius menepis anggapan bahwa program ini hanya bagian dari agenda politik kepala daerah. Ia menekankan bahwa Sekolah Maung adalah amanat regulasi yang harus dijalankan secara profesional.

"Kita tidak mau main-main dengan program ini. Ini bukan urusan politik atau sekadar urusan gubernur, melainkan tanggung jawab moral kita untuk memastikan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan benar-benar berkualitas," tegasnya.

Program ini didasari oleh Perda No. 5 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan merata di Jawa Barat.

Target: Menjadi Motor Penggerak Sekolah Lain

Keberhasilan Sekolah Maung tidak akan diukur dari jumlah sekolah yang ditunjuk, melainkan dari dampak sistemik yang dihasilkan. Yomanius berharap program ini mampu menjadi katalis bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat untuk meningkatkan kompetensi secara mandiri.

"Program Sekolah Maung adalah ikhtiar Jawa Barat untuk mendorong sekolah berkualitas sesuai amanat Perda No. 5 Tahun 2017. Ultimate goal-nya adalah melahirkan sekolah dan siswa-siswi yang benar-benar berkualitas," tutup Yomanius.

DPRD Jabar berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan ke sekolah-sekolah lain yang masuk dalam program ini. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan tidak ada sekolah yang hanya memenuhi syarat administratif tanpa peningkatan kualitas pembelajaran yang nyata.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: bandungberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top