KUNINGAN — Stadion Mashud Wisnusaputra di Kabupaten Kuningan akan menjadi pusat denyut sepak bola usia muda Jawa Barat selama tiga pekan ke depan. Liga Jabar Istimewa yang mempertandingkan kategori U-10, U-12, U-14, dan U-19 resmi akan kick-off pada Kamis, 14 Mei 2026.
Ketua PSSI Kabupaten Kuningan, Beni Prihayanti, menyatakan seluruh persiapan teknis dan nonteknis sudah rampung. “Secara persiapan kita sudah oke. Kami juga berharap cuaca mendukung sehingga pertandingan dapat berjalan maksimal,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Kompetisi ini tidak sekadar mencari juara. PSSI Kuningan merancangnya sebagai wadah pembinaan berjenjang. Para pemain muda diharapkan mengasah mental kompetitif, disiplin, dan sportivitas sejak dini.
“Ajang seperti ini sangat penting untuk pembinaan. Anak-anak bisa belajar disiplin, kerja sama tim, mental bertanding dan sportivitas. Dari kompetisi inilah nantinya lahir pemain-pemain potensial masa depan,” kata Beni.
Empat kelompok usia yang dipertandingkan—dari anak-anak hingga remaja—menunjukkan keseriusan pembinaan di akar rumput. Kategori U-10 dan U-12 menjadi panggung pertama bagi bibit-bibit baru, sementara U-19 menjadi etalase terakhir sebelum memasuki level senior.
Sekretaris Jenderal PSSI Kuningan, Yono Mulyono, memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Ia menyebut kesiapan perangkat pertandingan, jadwal, keamanan, hingga kebersihan stadion menjadi perhatian utama.
“Kami ingin kompetisi ini berjalan tertib, aman dan nyaman untuk semua pihak. Persiapan lapangan, official pertandingan dan teknis lainnya terus dimatangkan,” jelasnya.
Direktur Utama Kompetisi, Ayep Setiawan yang akrab disapa Adon, menilai animo peserta dan masyarakat cukup tinggi. Menurutnya, sepak bola usia muda memiliki daya tarik tersendiri karena menampilkan semangat juang yang polos dan potensi yang masih berkembang.
“Animo cukup bagus. Mudah-mudahan kompetisi ini berjalan sukses dan bisa menjadi agenda rutin pembinaan sepak bola usia muda,” ucap Adon.
Selain menjadi ajang pembinaan, gelaran ini diharapkan mampu menghidupkan kembali atmosfer sepak bola di Kuningan. Stadion Mashud Wisnusaputra diprediksi akan dipenuhi orang tua pemain, suporter, dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan aksi para pemain muda.
PSSI Kuningan mengajak masyarakat untuk hadir langsung dan memberikan dukungan positif. “Semoga masyarakat Kuningan bisa menikmati pertandingan ini dan bersama-sama mendukung pembinaan sepak bola usia muda,” tutup Beni.
Liga Jabar Istimewa menjadi salah satu dari sedikit kompetisi usia dini yang digelar secara konsisten di Jawa Barat. Jika berjalan sukses, turnamen ini berpotensi menjadi agenda tahunan yang melahirkan nama-nama baru di peta sepak bola nasional.