Dispertan Kabupaten Bandung Siapkan Juru Sembelih Halal dan Edukasi Tempat Jagal Antisipasi Lonjakan Kurban 15 Persen

Penulis: Taufik Rahman  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 15:46:53 WIB
Dispertan Kabupaten Bandung siapkan pelatihan juru sembelih halal untuk antisipasi lonjakan kurban 15 persen.

BANDUNG — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan peningkatan volume penyembelihan saat Idul Adha berpotensi menimbulkan persoalan sanitasi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan pelatihan teknis bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), panitia kurban, peternak, hingga pelaku penyembelihan.

"Tahun lalu ada sekitar 27.000-an hewan kurban yang disembelih, tahun ini diprediksi naik 10 sampai 15 persen. Jadi kami juga harus memastikan kesiapan pemotongan yang benar," ujar Ina, Rabu (13/5/2026).

Pelatihan Juleha dan Pemeriksaan Organ Dalam

Dispertan Kabupaten Bandung menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, serta tenaga kesehatan hewan untuk memberikan edukasi pemilihan hewan sesuai syariah, mulai dari usia hingga kondisi fisik. Materi pelatihan juga mencakup tata cara penyembelihan yang aman dan higienis.

"Edukasi yang kita berikan tidak hanya hewannya layak atau tidak, tapi juga bagaimana standar pemotongan harus higienis, sanitasinya terjaga, dan cara memotongnya harus dengan juru sembelih halal," kata Ina.

Selain itu, Dispertan menerapkan sistem pemeriksaan menyeluruh melalui ante mortem (sebelum penyembelihan) dan post mortem (setelah penyembelihan). Tim dokter hewan dan paramedik akan turun langsung memeriksa organ dalam hewan seperti limpa, jantung, dan jeroan untuk memastikan kelayakan konsumsi.

"Setelah dipotong, organ seperti limpa, jantung, dan jeroan juga diperiksa. Kalau ada yang tidak layak, harus dibuang," tegas Ina.

Mengapa Tempat Jagal Jadi Perhatian Utama

Ina menegaskan, aspek kebersihan tempat jagal menjadi kunci utama agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dikonsumsi. Lonjakan volume penyembelihan dalam waktu singkat kerap memicu penumpukan limbah dan potensi kontaminasi jika tidak dikelola dengan prosedur yang ketat.

"Kami mulai dari edukasi pemilihan hewan kurban, kemudian bagaimana proses penyembelihan dilakukan secara higienis dan sanitasinya terjaga," jelasnya.

Dispertan menargetkan seluruh masjid dan lokasi pemotongan di Kabupaten Bandung memiliki juru sembelih bersertifikat serta fasilitas tempat jagal yang memenuhi standar kesehatan pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: jabarekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top