BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons langsung laporan warga Karawang yang terlantar di Libya. Melalui unggahan di media sosial, ia meminta warganya bersabar dan berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Biasanya yang bermasalah seperti ini, proses keberangkatannya itu bermasalah, tapi kami tetap akan melakukan komunikasi dengan KBRI Libya,” kata Dedi, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5).
Ia mengaku sudah mengetahui unggahan yang viral di media sosial dan dijadikan berita oleh media lokal Karawang. Dedi berterima kasih atas informasi yang disampaikan warga yang kesulitan di negeri orang.
Untuk memastikan proses pemulangan, Dedi menyatakan akan segera menghubungi perwakilan Republik Indonesia di Libya. Langkah ini diambil agar pihaknya bisa mendapatkan kepastian soal kondisi dan rencana kepulangan warga Karawang tersebut.
“Terima kasih ya informasinya, ada ketidakberuntungan dialami oleh saudara kita, khususnya warga Kabupaten Karawang, hari ini belum kembali ke Indonesia karena mengalami masalah di Libya,” ujar Dedi dalam unggahannya.
“Untuk memastikan pengembaliannya kembali ke kampung halaman. Untuk itu saya ucapkan terima kasih, dan mohon bersabar kami akan melanjuti apa yang disampaikan,” jelasnya.
Unggahan Gubernur yang akrab disapa KDM ini langsung membanjiri kolom komentar. Banyak warganet yang memuji respons cepat dan sikapnya yang langsung bergerak begitu menerima laporan.
“Tombol gubernur paling gercep paling sregep,” tulis seorang netizen. “Tombol the real pemimpin rakyat,” timpal yang lain. Tak sedikit pula yang menyebutnya dengan panggilan “ka duabelas” sebagai bentuk dukungan.
Sejak menjabat, Dedi Mulyadi memang dikenal sebagai pemimpin daerah yang aktif di media sosial dan kerap merespons cepat keluhan warganya. Kasus warga terlantar di luar negeri menjadi salah satu ujian nyata bagi reputasi “satset” yang melekat padanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KBRI Libya terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Dedi memastikan akan memberikan kabar lebih lanjut setelah komunikasi dengan perwakilan RI di Libya rampung dilakukan.