BANDUNG — Jembatan Layang Pasoepati menjadi pusat perayaan kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026) malam. Ribuan Bobotoh memadati titik favorit itu sejak pukul 18.00 WIB, setelah laga Maung Bandung versus Macan Kemayoran usai.
Konvoi motor dan mobil memenuhi ruas jalan utama: Suci, Diponegoro, hingga Pasteur. Sorakan, klakson, dan nyanyian khas Bobotoh menggema di sepanjang rute. Flare serta kembang api sesekali menyala dari tengah kerumunan.
Bagi Bobotoh, hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin di klasemen. Kemenangan atas Persija adalah simbol gengsi dalam rivalitas klasik sepak bola Indonesia. Tradisi konvoi selalu hadir setiap kali Persib menaklukkan lawan bebuyutannya.
Arham (17), warga Cibiru, mengaku bangga bisa ikut merayakan. “Ini mah tradisi Bobotoh euy, hajat pokoknya mah. Apalagi kan Persib mau juara musim ini. Aamiin,” ucapnya sambil berteriak kegirangan.
Ia memuji penampilan Adam Alis yang menjadi pencetak gol kemenangan. “Adam idola pisan. Dari awal gabung juga emang kualitasnya bagus dan orangnya asik juga. Idola pisan lah pokoknya,” tambahnya.
Yudi Rohiman (28), warga Moh Toha, datang bersama rombongan teman setelah nobar di Cicadas. “Konvoi begini jadi momen yang paling ditunggu. Bener kan?,” katanya.
Tak hanya warga Bandung, Bobotoh dari Cimahi dan Bandung Barat turut hadir. Ridwan, suporter Viking Persib Club, mengaku rela datang jauh-jauh demi atmosfer konvoi. “Sudah niat, karena yakin Persib menang haha,” ucapnya.
Aparat kepolisian yang berjaga tampak sibuk mengatur lalu lintas yang sempat tersendat akibat ribuan orang turun ke jalan. Arus massa baru mulai terurai menjelang tengah malam.
Kemenangan ini menjaga peluang Persib dalam perebutan gelar Liga 1 musim 2025/2026. Tambahan tiga poin membuat Maung Bandung semakin kokoh di puncak klasemen, unggul dari pesaing terdekat Borneo FC.