Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (11/5) dan terus merosot hingga 1,07% ke level 6.894 pada pukul 09.43 WIB. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan di hampir seluruh sektor, namun saham kesehatan justru mencatat penguatan signifikan.
JAKARTA — IHSG langsung terpuruk sejak awal sesi perdagangan Senin (11/5). Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.968,92 sebelum berbalik arah dan jatuh ke level terendah 6.846,63. Sebanyak 455 saham tercatat melemah, sementara hanya 184 saham yang mampu bertahan di zona hijau.
Volume perdagangan tercatat mencapai 12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,7 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.407. Indeks LQ45 ikut terseret, tergelincir 1,4% ke level 666.
Di tengah mayoritas sektor yang memerah, sektor kesehatan justru mencatat kenaikan mencolok sebesar 5,57%. Saham KAEF dan PEHA bahkan masuk jajaran top gainers dengan kenaikan masing-masing 23,12%. Sektor infrastruktur juga menguat 1,38%.
Di sisi lain, sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 2,36%. Disusul sektor industri yang terpangkas 1,53% dan sektor keuangan yang melemah 1,37%. Sektor properti, transportasi, dan basic materials juga kompak menghuni zona merah.
Saham BMRI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 756,8 miliar. Namun, harga saham bank pelat merah ini justru terpangkas 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham. Saham BUMI dan BBRI juga masuk daftar teraktif dengan nilai transaksi masing-masing Rp 336,4 miliar dan Rp 251 miliar.
Di jajaran top gainers, saham MEDS melesat 32,48%, disusul IKPM yang naik 29,66%, dan LABS yang menguat 24,22%. Sementara itu, saham ESIP menjadi top losers dengan koreksi terdalam mencapai 14,97%.
Berdasarkan frekuensi perdagangan, saham PADI tercatat paling sering diperdagangkan dengan 48.370 kali transaksi, diikuti MEDS sebanyak 45.545 kali, dan BMRI sebanyak 32.840 kali.