PANGANDARAN — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 menggetarkan wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 12.57.46 WIB.
Berdasarkan data resmi, pusat getaran berada di koordinat 8.67 Lintang Selatan (LS) dan 108.68 Bujur Timur (BT). Titik tersebut berjarak sekitar 109 kilometer di arah tenggara Kabupaten Pangandaran.
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa tersebut termasuk kategori dangkal. Titik pusatnya berada pada kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut. Meskipun magnitudo tergolong kecil, BMKG tetap memantau aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa Barat tersebut.
Kecepatan informasi menjadi prioritas dalam rilis awal ini. BMKG menggunakan sistem otomatisasi untuk menyebarkan data kepada publik segera setelah sensor menangkap sinyal gelombang seismik di sekitar pesisir selatan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa di wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Getaran magnitudo 3,0 umumnya sulit dirasakan oleh penduduk secara luas, kecuali dalam kondisi sangat tenang atau berada di bangunan tinggi.
BMKG memberikan catatan khusus terkait pengolahan data ini. Hasil analisis awal bisa saja berubah seiring dengan masuknya data tambahan dari berbagai stasiun pemantau gempa di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG melalui akun resmi X, Senin (4/5).
Masyarakat di pesisir Pangandaran dan sekitarnya diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG menekankan bahwa rilis cepat ini bertujuan untuk kewaspadaan dini bagi warga dan instansi terkait.
Warga diimbau untuk selalu memantau kanal komunikasi resmi seperti aplikasi Info BMKG atau situs web resmi. Langkah ini penting guna menghindari disinformasi mengenai potensi tsunami atau gempa susulan yang sering beredar di media sosial pascakejadian.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap dampak getaran di wilayah pesisir selatan Jawa Barat guna memastikan keamanan aktivitas masyarakat dan wisatawan.