JAWA BARAT — iPhone Duo hanya mengandalkan dua kamera belakang tanpa lensa telephoto, dan pengujian zoom 2x hingga 10x menunjukkan keterbatasan itu mulai terlihat sejak pembesaran 4x. Apple mengeklaim mode "optical quality 2x" pada ponsel lipat ini mampu menutupi kekurangan tersebut, tetapi hasil jepretan di 8x dan 10x justru kalah dari Galaxy Z Fold 8 yang juga tanpa telephoto. Pengguna yang sering memotret objek jauh sebaiknya mempertimbangkan iPhone 18 Pro Max ketimbang mengandalkan iPhone Duo.
Pengujian dilakukan dengan membandingkan iPhone Duo, iPhone 18 Pro Max, dan Samsung Galaxy Z Fold 8 pada empat tingkat pembesaran: 2x, 4x, 8x, dan 10x. Ketiga ponsel dipakai memotret objek yang sama di kondisi cahaya identik, lalu hasilnya dibandingkan untuk melihat seberapa jauh ketajaman dan detail bertahan saat zoom dinaikkan.
iPhone 18 Pro Max menjadi pembanding utama karena membawa lensa telephoto tetraprism dengan zoom optik hingga 4x dan "optical quality zoom" sampai 16x. Galaxy Z Fold 8 dipilih sebagai kontrol, sebab ponsel lipat Samsung itu juga tidak punya lensa telephoto khusus.
Pada pembesaran 2x, mode optical quality milik iPhone Duo bekerja cukup baik. Foto diambil dengan sensor 48MP lalu dipotong ke 12MP, sehingga hasilnya menyerupai pembesaran optik meski sejatinya digital.
Perbandingan dengan iPhone 18 Pro Max menunjukkan selisih tipis. iPhone Duo sedikit lebih tajam, sementara iPhone 18 Pro Max mengalami over-exposure ringan. Mayoritas pengguna kemungkinan tidak akan melihat perbedaannya tanpa membandingkan berdampingan.
Galaxy Z Fold 8 tampil dengan saturasi warna dan ketajaman yang sedikit lebih tinggi di 2x. Namun selisih ketiga ponsel di tingkat ini tergolong minim.
Memasuki 4x, keunggulan lensa telephoto tetraprism iPhone 18 Pro Max langsung terasa. Detail pada pilar kayu di bagian depan foto tetap terjaga, sementara iPhone Duo mulai kehilangan ketajaman.
Galaxy Z Fold 8 juga unggul tipis atas iPhone Duo di pembesaran 4x. Meski sama-sama tanpa telephoto, ponsel Samsung itu menangkap detail lebih baik dibanding ponsel lipat Apple.
Di 8x, jurang kualitas antara kedua iPhone melebar. iPhone 18 Pro Max masih menghasilkan gambar tajam berkat optical quality zoom, sedangkan iPhone Duo mengalami degradasi jelas.
Tulisan kecil pada objek uji mulai blur dan terpikselasi di foto iPhone Duo, bahkan beberapa huruf terkecil tampak menyatu. Galaxy Z Fold 8 juga terpikselasi, tetapi detailnya masih lebih tajam, terutama pada logo di bagian belakang perahu.
iPhone Duo berhenti di pembesaran 10x, dan di titik itu kualitasnya makin menurun dengan blur yang lebih terlihat pada detail halus. Galaxy Z Fold 8 ikut kehilangan ketajaman, tetapi masih mempertahankan sedikit keunggulan atas iPhone Duo.
iPhone 18 Pro Max justru masih tampil meyakinkan di 10x. Optical quality zoom-nya mampu menahan penurunan kualitas hingga 16x, dan bahkan pada 20x hasilnya masih layak dilihat.
Pada 40x, kualitas iPhone 18 Pro Max memang menurun, tetapi kerusakannya terbatas pada blur dan pikselasi ringan. Hasilnya masih jauh lebih bersih dibanding foto 10x dari iPhone Duo maupun Galaxy Z Fold 8.
Bahan pengujian tidak mencantumkan harga resmi iPhone Duo, iPhone 18 Pro Max, maupun Galaxy Z Fold 8. Informasi harga dan ketersediaan di pasar Indonesia juga belum disebutkan, sehingga belum bisa dibandingkan secara nominal.
Hasil uji ini menunjukkan lensa telephoto bukan sekadar pelengkap spesifikasi. iPhone Duo mampu bersaing di 2x, tetapi mulai tertinggal sejak 4x dan makin jauh di 8x–10x, bahkan dari ponsel lipat tanpa telephoto sekalipun.
Bagi pengguna yang jarang memperbesar gambar, dua kamera iPhone Duo masih memadai. Namun untuk fotografi objek jauh, konser, atau dokumentasi jarak jauh, kehadiran lensa telephoto di iPhone 18 Pro Max memberi perbedaan nyata.
Pengujian ini juga memberi sinyal bahwa generasi penerus iPhone Duo sebaiknya menambah kamera ketiga berupa lensa telephoto. Tanpa itu, ponsel lipat Apple akan terus tertinggal dalam urusan zoom dibanding jajaran iPhone Pro Max.