JAWA BARAT — Marcos Reina menegaskan Persik Kediri tidak datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno sekadar untuk bertahan saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan ketujuh Liga 1, Senin (26/10). Pelatih asal Spanyol itu ingin tren positif usai mengalahkan PSS Sleman 2-1 di Kediri berlanjut di kandang Macan Kemayoran.
Duel di SUGBK nanti bukan laga biasa bagi Marcos Reina. Ia akan berhadapan dengan Shin Tae-yong, eks pelatih Timnas Indonesia yang kini menakhodai Persija Jakarta. Bagi juru taktik berusia 42 tahun itu, pertemuan tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah padatnya jadwal Liga 1.
Persik datang dengan modal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman di hadapan pendukung sendiri. Hasil itu membuat skuad Macan Putih percaya diri menatap lawatan ke Jakarta, meski harus menghadapi salah satu klub dengan materi pemain paling mahal di kompetisi.
Marcos Reina menyebut stadion berkapasitas besar dengan ribuan penonton bukan beban, melainkan suntikan semangat. Ia menilai atmosfer SUGBK bisa mendorong pemainnya tampil di level maksimal.
"Kami, terutama para pemain, akan bangga bermain di stadion megah SUGBK. Atmosfer ribuan penonton bisa jadi motivasi pemain tampil maksimal. Bagi saya ini pertemuan menarik dengan pelatih Persija," katanya.
Pelatih berpaspor Spanyol itu juga berjanji menyuguhkan pertandingan berkualitas tinggi. Persik, menurutnya, tidak akan mengubah identitas permainan hanya karena lawan yang dihadapi lebih diunggulkan.
"Kami akan main seperti biasa. Intensitas tinggi dan tak membiarkan pemain Persija Jakarta dengan mudah mengalahkan kami," ujarnya.
Reina mengambil pelajaran dari pertemuan Persik dengan Persib Bandung sebagai pembanding. Meski kalah kelas di atas kertas, Macan Putih sempat menyulitkan tim yang ia sebut sangat kuat tersebut.
"Kami sudah pernah lawan Persib Bandung. Mereka tim sangat kuat. Kami sempat menyulitkan mereka untuk menang. Kali ini saya optimistis pemain Persik Kediri akan berjuang lebih hebat lagi lawan Persija Jakarta," ucapnya.
Keyakinan itu diperkuat penilaiannya terhadap kualitas skuad sendiri. Reina menilai tidak ada sektor Persik yang tertinggal jauh dibanding Persija, mulai dari kiper, lini belakang, hingga lini tengah.
"Kami punya style dan sistem permainan sudah mapan. Saya merasa tenang karena semua sektor telah berjalan baik. Kami punya kiper dan bek tangguh. Link tengah juga solid. Di depan, kami punya banyak opsi dan mereka sudah menunjukkan ketajamannya mencetak gol," jelasnya.
Barisan depan Persik memang layak diperhitungkan. Tiga pemain asal Brasil, Jose Enrique, Eduardo Barbosa, dan Ernesto Gomez, masing-masing sudah mengoleksi dua gol sejauh musim berjalan.
Distribusi gol yang merata membuat Persija tidak bisa memfokuskan penjagaan pada satu pemain saja. Reina pun menyimpan rencana khusus, termasuk kemungkinan mengubah pendekatan taktik tanpa meninggalkan karakter permainan Persik.
"Kita lihat saja nanti. Saya akan siapkan taktik berbeda melawan Persija Jakarta. Tapi kami tetap bermain dengan karakter khas Persik," tuturnya.
Laga pekan ketujuh di SUGBK menjadi ujian sesungguhnya bagi klaim Reina soal kedalaman skuad Persik. Kemenangan atas PSS Sleman baru modal awal. Mencuri poin di kandang Persija akan membuktikan Macan Putih serius bersaing di papan atas musim ini.