JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembiayaan Rp400 triliun menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses kredit formal, mulai dari petani, nelayan, masyarakat di daerah tertinggal, hingga warga berpenghasilan rendah di perkotaan. Rencana penyaluran disiapkan untuk tahun depan hingga 2027.
Dalam Rakornas TPAKD, Presiden menyebut pemerintah akan memperluas penyaluran kredit untuk rakyat. Ia juga mengapresiasi kehadiran tim percepatan akses keuangan daerah yang kini tersebar di seluruh provinsi hingga kabupaten dan kota.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan TPAKD dibentuk untuk mendukung program Asta Cita. Saat ini tercatat 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh Indonesia.
"Saat ini sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia," kata Friderica.
Hasil kerja sama pemerintah, OJK, BI, dan pemerintah daerah terlihat dari sejumlah program unggulan:
Hingga 2026, OJK telah menjalankan 135 program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di tingkat desa. Program itu menggabungkan literasi keuangan, digitalisasi transaksi, pencocokan usaha dengan sumber pembiayaan, pendampingan usaha, dan pemasaran produk unggulan perdesaan.
Perluasan akses pembiayaan produktif juga berjalan cepat. Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, kredit sebesar Rp53,15 triliun disalurkan kepada 2.106.401 debitur.
Presiden menekankan pemerintah akan terus meningkatkan kesejahteraan rakyat lewat program yang dijalankan kementerian dan lembaga. "Kami bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat. Dan kita juga akan lebih masif lagi," ujarnya.