KORMI Sumedang Kenalkan Kaulinan Budak Lembur ke Santri Lewat Tarik Tambang hingga Galah di Hari Santri 2026

Penulis: Taufik Rahman  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16:01 WIB
Santri mengikuti permainan tarik tambang dalam pengenalan kaulinan budak lembur di Hari Santri 2026 di Kabupaten Sumedang.

SUMEDANG — Santri dari berbagai wilayah Kabupaten Sumedang mengikuti setiap permainan dengan antusias, mulai dari mengatur strategi hingga menyelaraskan gerakan bersama anggota tim. Pengenalan permainan tradisional secara langsung dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mengetahui permainan tersebut dari cerita, tetapi juga merasakan pengalaman memainkannya.

Mengapa Permainan Tradisional Perlu Diperkenalkan Kembali

Pengurus KORMI Sumedang, Firman Bagja Nugraha, menyebut permainan tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, nilai yang terkandung di dalamnya jauh lebih dari sekadar hiburan.

"Permainan tradisional bukan hanya untuk hiburan. Di dalamnya ada latihan kerja sama, sportivitas, kekompakan, dan gotong royong. Kami ingin para santri mengenal, memainkan, dan ikut menjaga keberlangsungannya," kata Firman.

Tantangan Berbeda di Setiap Permainan

Firman menjelaskan, setiap permainan dalam kaulinan budak lembur memiliki tantangan tersendiri bagi para peserta. Tarik tambang mengandalkan kekuatan dan koordinasi tim, bakiak membutuhkan keselarasan langkah, sedangkan galah menuntut kelincahan serta kemampuan membaca pergerakan lawan.

"Dalam kegiatan itu, setiap permainan memiliki tantangan tersendiri. Tarik tambang mengandalkan kekuatan dan koordinasi tim, bakiak membutuhkan keselarasan langkah, sedangkan galah menuntut kelincahan serta kemampuan membaca pergerakan lawan," ujarnya.

Alternatif Olahraga di Tengah Gempuran Gawai

Kaulinan budak lembur juga disebut Firman sebagai alternatif kegiatan olahraga yang mudah diikuti masyarakat. Selain mengajak peserta bergerak aktif, permainan tersebut membuka ruang interaksi sosial dan membangun kebersamaan melalui aktivitas kelompok.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya KORMI Sumedang menjaga keberadaan permainan tradisional di tengah semakin luasnya penggunaan gawai dan hiburan digital. Pengenalan secara langsung dinilai lebih efektif dibanding sekadar pengetahuan lisan.

Selaras dengan Tema Hari Santri 2026

Kehadiran kaulinan budak lembur dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 turut mengangkat nilai kebersamaan, persatuan, dan gotong royong. Nilai-nilai itu relevan dengan tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

Melalui kegiatan tersebut, KORMI Sumedang memadukan olahraga masyarakat dengan pelestarian budaya lokal. Permainan tradisional diharapkan tetap menjadi bagian dari aktivitas generasi muda, sekaligus menjadi sarana membangun kebugaran, interaksi sosial, dan karakter positif.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top