SUKABUMI — Program penyaluran becak listrik menyasar penarik becak yang dinilai membutuhkan dukungan alat kerja. Selain Bupati dan Wakil Bupati, acara di Aula Setda Palabuhanratu itu diikuti unsur Forkopimda, Forkopimcam, dan para penerima manfaat.
Hadir pula Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik Sudaryati Deyang, bersama jajarannya.
Asep Japar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Yayasan GSN atas kepedulian terhadap para penarik becak. Ia menekankan bantuan itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana produktif untuk menopang ekonomi keluarga.
"Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Sukabumi menerima amanah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto berupa 100 unit becak listrik," ujar Asep, dikutip dari akun media sosial Prokompim Kabupaten Sukabumi.
Penerima diminta merawat dan memanfaatkan becak untuk mencari rezeki. Asep juga melarang keras penerima menjual atau memindahtangankan unit yang diterima.
"Bantuan ini bukan untuk dijual atau dipindahtangankan. Jaga, rawat, dan gunakan untuk mencari rezeki bagi keluarga. Semoga becak ini menjadi berkah dan bukti bahwa negara hadir untuk rakyat," tegasnya.
Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan, penyaluran becak merupakan bentuk perhatian Presiden kepada masyarakat, terutama pengemudi becak. Program pemberian becak telah berjalan sejak 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
Lewat becak listrik, penerima diharapkan memiliki aset produktif yang bisa menunjang penghasilan keluarga. Nanik menyebut penerima tidak dibebani setoran kepada pihak lain atas unit yang mereka terima.
Penyerahan 100 unit di Sukabumi menambah daftar penerima manfaat program tersebut. Pemerintah daerah meminta para penerima memakai becak sesuai peruntukan agar manfaat ekonominya berkelanjutan.