JAWA BARAT — Rajawali Indonesia menyiapkan sembilan gitaris legendaris Indonesia sebagai opening act konser Guns N' Roses di Jakarta, dengan Rhoma Irama masuk daftar kejutan. Penampilan Ian Antono hingga Dewa Budjana dirancang sebagai representasi perjalanan musik rock Tanah Air sebelum Axl Rose dan Slash naik panggung. Tiket kategori tribun dilaporkan sudah sold out menjelang hari-H.
Founder Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Ramli, menyebut konsep opening act dipersiapkan khusus karena konser Guns N' Roses kali ini bertepatan dengan reuni band asal Amerika Serikat tersebut. Sembilan gitaris yang dipilih adalah Ian Antono, Eet Sjahranie, Edi Kemput, Toto Tewel, Pay BIP, Aziz MS Jamrud, Jhon Paul Ivan, Dewa Budjana, dan Rhoma Irama.
Pemilihan angka sembilan bukan tanpa alasan. Menurut Anas, angka tersebut mewakili posisi tertinggi dalam skala yang mereka rancang untuk pertunjukan pembuka.
Komposisi pengisi panggung pembuka tidak berhenti di sembilan gitaris. Rere Grass Rock didapuk mengisi drum, mendiang Ricardo dipercaya pada keyboard, sementara tiga vokalis cadas Ahmad Albar, Roy Jeconiah, dan Krisyanto Jamrud melengkapi formasi.
Dewa Budjana ditunjuk sebagai Music Director. Gitaris Gigi itu membeberkan rencana penampilan: setiap gitaris membawakan lagu masing-masing lebih dulu, lalu seluruhnya jamming bersama di satu lagu pamungkas.
"Bagannya tetap gak jauh beda sama lagu asli biar penonton nggak asing. Buat saya ini kesempatan langka banget," tutur Dewa Budjana.
Nama Rhoma Irama menjadi kejutan tersendiri dalam daftar tersebut. Sang Raja Dangdut mengaku kaget saat pertama kali dihubungi Anas dan langsung membantah label yang disematkan padanya.
"Saya surprise banget. Tiba-tiba Anas telepon bilang diajak ngumpul sama dewa gitar. Lah, gue kan bukan dewa gitar, gue dewa vokal!" kata Rhoma Irama sambil tertawa.
Meski begitu, Rhoma menyatakan tetap senang bisa berkumpul kembali dengan para musisi rock senior. "Tapi karena yang ngundang sahabat, ya saya happy banget bisa kumpul lagi," tambahnya.
Anas menjelaskan penampilan Guns N' Roses dinilai istimewa karena bertepatan dengan momen reuni band. Karena itu, panggung pembuka pun disiapkan dengan standar yang tidak jauh berbeda.
"Penampilan GNR ini kan istimewa karena mereka reuni. Maka opening act-nya harus lebih istimewa. Penampilan 9 Dewa ini jadi representasi perjalanan musik rock Indonesia. Kita pilih angka 9 karena angka tertinggi," ujar Anas.
Promotor menjamin sistem tata suara dan pencahayaan disiapkan setara standar konser dunia milik Guns N' Roses. Axl Rose dan Slash dipastikan tampil selama tiga jam penuh.
Antusiasme penonton terlihat dari pergerakan tiket. Anas menyebut seluruh tiket kategori tribun, mulai VIP Tribun A hingga B, telah resmi sold out. Kini hanya tersisa sedikit tiket kategori Festival menjelang hari pertunjukan.
Pihak manajemen Guns N' Roses merespons positif konsep lokal yang disiapkan promotor. Konser Jakarta ini digadang-gadang menjadi bagian dari tur dunia terakhir band sebelum mereka kembali masuk studio rekaman.
Bagi industri konser Indonesia, format opening act berisi sembilan gitaris senior sekaligus menjadi uji tersendiri: apakah panggung pembuka lokal bisa menyamai magnitudo band internasional yang mereka antar.