JAWA BARAT — Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menyalurkan susu formula dan vitamin untuk dua anak stunting di Kelurahan Lompoe, Kota Parepare, Jumat (16/10). Bantuan disertai edukasi gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak, bagian dari Program Orang Tua Asuh Anak Stunting yang bisa jadi contoh pendampingan berkelanjutan.
Dua anak penerima manfaat, Ahmad Faqih (2 tahun 6 bulan) dan Annaya Citra Attaraska (2 tahun 4 bulan), dikunjungi langsung oleh tim Kantor Imigrasi Parepare bersama perwakilan Puskesmas Lompoe. Kegiatan dimulai pukul 08.15 WITA dengan penyerahan susu formula dan vitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Bantuan tidak berhenti pada barang. Orang tua kedua anak juga mendapat edukasi soal pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
Pada kunjungan yang sama, pegawai Imigrasi Parepare bersama Dinas Kesehatan Kota Parepare menimbang Ahmad Faqih. Hasilnya, berat badan anak tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.
Annaya Citra Attaraska sendiri ditetapkan sebagai penerima manfaat baru, menggantikan AMF. Tenaga kesehatan memberi penekanan pada orang tuanya agar rutin memberikan susu formula dan vitamin demi memenuhi kebutuhan gizi anak.
Program ini merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Lewat skema orang tua asuh, instansi non-kesehatan ikut berkontribusi menekan angka stunting.
Bentuk kontribusinya mencakup pemberian bantuan, edukasi kepada keluarga, hingga pemantauan perkembangan anak secara berkelanjutan. Kantor Imigrasi Parepare menyatakan akan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memantau perkembangan anak penerima manfaat.
Kasus Ahmad dan Annaya menunjukkan pentingnya deteksi dini. Ibu sebaiknya waspada bila berat badan anak tidak naik dalam beberapa bulan, anak tampak lebih pendek dari teman seusianya, atau nafsu makan menurun drastis.
Segera konsultasikan ke posyandu atau puskesmas terdekat jika menemukan tanda-tanda tersebut. Tenaga kesehatan bisa menentukan apakah anak butuh susu formula, vitamin, atau penanganan lanjutan sesuai kondisi.
Pendampingan rutin seperti yang dilakukan Imigrasi Parepare bersama Puskesmas Lompoe memperlihatkan bahwa penanganan stunting butuh kolaborasi. Untuk ibu di rumah, langkah kecil seperti menimbang anak setiap bulan dan mencatat pola makannya sudah membantu memantau tumbuh kembang si kecil sejak dini.