JAWA BARAT — Bek Thailand Elias Dolah menilai proyek Timnas Indonesia berkembang pesat berkat perpaduan pemain naturalisasi dan lokal yang menjaga identitas tim. Dolah juga mengenang kekalahan Indonesia dari Thailand di final Piala AFF 2020 dengan agregat 6-2.
Penilaian itu disampaikan Dolah saat membahas persaingan Indonesia dan Thailand yang kembali bertemu di Grup F Piala Asia 2027. Kedua negara dijadwalkan saling berhadapan pada 20 Januari 2027, satu grup dengan Jepang dan Qatar.
Menurut Dolah, kombinasi pemain naturalisasi dan pemain lokal membuat Timnas Indonesia lebih kompetitif tanpa kehilangan karakter permainan. Pemain lokal tetap menjadi fondasi, sementara pemain naturalisasi menambah kualitas di lini kunci.
Dolah menyebut skuad Garuda saat final Piala AFF 2020 dihuni banyak pemain muda yang tampil penuh semangat. Meski kalah agregat 6-2 dari Thailand, ia mengakui Indonesia memberi perlawanan ketat di kedua leg.
Selama berkarier di Liga Indonesia, Dolah mengaku kesulitan menghadapi tiga striker. Ia menyebut David da Silva, Gustavo, dan Ilija Spasojevic sebagai penyerang paling merepotkan bagi bek seperti dirinya.
Dolah menilai laga Indonesia kontra Thailand selalu berjalan keras dan kerap banjir kartu. Intensitas tinggi di lini tengah membuat kedua tim sering terlibat duel fisik sepanjang pertandingan.
Pertemuan di Grup F Piala Asia 2027 akan jadi ujian bagi kedua tim. Indonesia dan Thailand sama-sama ingin lolos dari grup yang juga dihuni Jepang dan Qatar.
Laga Indonesia vs Thailand dijadwalkan 20 Januari 2027. Hasil pertemuan itu berpotensi menentukan peluang kedua tim melaju ke babak berikutnya.
Dolah tidak merinci target pribadinya bersama Thailand. Ia hanya menegaskan persaingan di Grup F akan berlangsung ketat karena kualitas semua peserta.