CIAMIS — Kepala daerah yang akrab disapa KDM itu menyoroti langsung kondisi hunian warga dan jalan desa yang rusak berat saat berkunjung ke Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari. Program penataan permukiman khas tatar pasundan disiapkan Pemprov Jabar untuk meningkatkan taraf hidup warga setempat.
Dedi menyatakan pembangunan rumah bagi warga Desa Kaso akan segera direalisasikan dengan desain arsitektur khas Sunda. Jumlah unit yang disiapkan mencapai 40 rumah.
"Kami sampaikan kepada warga Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, yang kami berkunjung ke tempat tersebut, kemudian segera akan dibangun rumah untuk warga sebanyak 40 unit dengan desain arsitektur khas Sunda," kata Dedi, Jumat (16/10/2026).
Perbaikan akses transportasi desa di wilayah Tambaksari masuk daftar prioritas pembangunan daerah tahun 2027. Jalan desa yang dinilai rusak berat menjadi salah satu fokus penanganan.
"Kami sampaikan jalannya yang sangat rusak merupakan jalan desa, di 2027 akan segera kami bangun," ucapnya.
Perhatian Pemprov Jabar turut tertuju pada infrastruktur di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok. Saat meninjau lintasan jalur kabupaten dan desa di wilayah itu, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTR) Ciamis langsung menerjunkan tim teknis untuk mengalkulasi kebutuhan anggaran.
Hasil kalkulasi awal di lapangan memperkirakan biaya perbaikan jalan kabupaten mencapai Rp11 miliar. Alokasi untuk ruas jalan desa membutuhkan dana sekitar Rp5 miliar.
"Kemarin tim PU sudah melakukan perhitungan pembiayaan, dan nilainya berdasarkan perhitungan kita, jalan kabupatennya 11 miliar, jalan desanya kurang lebih sekitar 5 miliar," ujarnya.
Untuk mempercepat pemerataan pembangunan tanpa membebani satu instansi, KDM mendorong pola kolaborasi lintas tingkatan pemerintah. Pemprov Jabar membagi peran penanganan infrastruktur jalan maupun hunian warga bersama Pemkab Ciamis.
Pemprov menangani pembangunan di satu desa, sementara Pemkab Ciamis menggarap desa lainnya. Pola itu disebut bagian dari sinergi antar tingkatan pemerintahan.
"Kami di 2027 akan meminta Bupati Ciamis untuk mengalokasikan dalam anggaran belanja Pemerintah Kabupaten Ciamis. Dan ini merupakan bagian dari sinergi kami, Pemprov menangani yang satu desa, Pemkab Ciamis menangani desa yang lain," tuturnya.
KDM mengapresiasi kesabaran masyarakat Ciamis yang selama ini menanggung ketidaknyamanan akses jalan rusak. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada warga.
"Ini cara untuk berkolaborasi untuk membangun wilayah daerah di seluruh Provinsi Jawa Barat. Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya, salam untuk semua," katanya.
Realisasi pembangunan rumah dan perbaikan jalan di Ciamis dijadwalkan masuk tahun anggaran 2027. Pemprov Jabar memastikan alokasi untuk jalan kabupaten dan desa di Lakbok mengacu pada hasil perhitungan tim teknis DPUTR Ciamis.