JAWA BARAT — Sutradara Rachel Morrison merilis film drama romantis Love of Your Life yang tayang di Prime Video, dengan Margaret Qualley sebagai Maya, perawat IGD asal Boston. Naskahnya ditulis Julia Cox, penulis film Nyad, dan mengangkat kisah cinta yang runtuh akibat tragedi selama pandemi COVID-19. Film ini juga dibintangi Gabriel Basso, Aaron Pierre, Patrick Schwarzenegger, dan Catherine Keener.
Ini bukan proyek pertama Morrison di kursi sutradara. Sebelumnya ia debut lewat drama olahraga The Fire Inside dua tahun lalu, setelah karier panjang sebagai sinematografer. Morrison tercatat sebagai perempuan pertama yang masuk nominasi Oscar kategori sinematografi berkat karyanya di film Mudbound (2017).
Love of Your Life mengikuti Maya, perawat ruang gawat darurat berusia 20-an yang tinggal di Boston tanpa banyak keluarga. Ia bertemu Charlie, pria kutu buku tapi menawan, dan keduanya membangun hidup bersama. Tragedi selama pandemi COVID-19 membuat hubungan itu berantakan.
Maya melarikan diri dari rasa sakit dengan berkeliling dunia: Portugal, lalu London, dan Jepang. Di tengah perjalanan, sebuah romansa tak terduga memaksanya menghadapi masa lalu dan menyadari bahwa cinta dalam hidupnya bisa lebih dari satu.
Morrison mengaku langsung terpikat saat membaca naskah karya Cox. "It really was just, this is good writing and I want to talk about it with this writer," ujarnya kepada Variety. Ia menyebut naskah itu semakin membekas di pikirannya seiring waktu.
Dua hal utama yang menarik perhatiannya. Pertama, karakter perempuan yang berlapis, kompleks, penuh kekurangan, dan tidak sekadar jadi mesin plot. Kedua, persinggungan antara cinta dan kehilangan yang ia rasakan sangat personal.
"I'm somebody who was shaped from some pretty significant early loss that really transformed who I became," kata Morrison. Ia mengaku melewati kekacauan emosional serupa dengan yang dialami Maya.
Banyak aktris membaca naskah itu dan mengajukan diri, tapi nama Qualley menonjol. Morrison menilai Qualley bisa jadi mitra kreatif yang solid untuk mengangkat seluruh film.
"I've been a big fan of hers for a long time, and part of what I'm a fan of is this wild range she has," ujar Morrison. Ia mengaku belum pernah melihat Qualley tampil membumi dan relatable di layar lebar, kecuali lewat serial Maid, dan penasaran dengan versi girl-next-door sang aktris.
Untuk para pemain pria, Morrison ingin ada variasi jelas. Aaron Pierre disebut lebih stoic dari karakternya, sehingga memberi ruang bagi Gabriel Basso tampil dengan energi kinetic seperti golden retriever. Chemistry read dengan Qualley dan Patrick Schwarzenegger juga memastikan tiap pasangan punya dinamika unik.
Pandemi COVID-19 jadi titik balik cerita Maya dan Charlie, bukan sekadar latar. Morrison memilih menampilkan masa itu sebagai pemicu kehilangan yang mengubah arah hidup sang tokoh utama.
Keputusan ini sejalan dengan minat Morrison pada persinggungan cinta dan kehilangan. Ia melihat Maya sebagai cermin pengalaman pribadinya, termasuk kecenderungan membangun tembok pelindung agar tak terluka lagi.
Morrison menyebut timnya sengaja menghindari ending yang obvious. Perjalanan Maya menuju penerimaan diri dianggap cukup jadi penutup, tanpa harus menegaskan siapa cinta sejatinya.
Judul film sendiri sudah memberi petunjuk bahwa cinta dalam hidup seseorang bisa berbentuk lebih dari satu. Pilihan ini memperkuat posisi Love of Your Life sebagai drama romantis yang menantang ekspektasi genre.
Love of Your Life kini bisa disaksikan lewat Prime Video, menambah daftar rilisan drama romantis yang mengangkat tema kehilangan dan pemulihan di pasar streaming global.