GARUT — Kemenangan Nunu di panggung nasional bukan hasil instan. Sebelum berdiri di podium tertinggi MTQ Nasional XXXI 2026, ia lebih dulu menempati posisi ketiga pada MTQ Nasional XXX tahun 2024. Dua tahun berselang, qari asal Cigedug itu menuntaskan perjalanannya dengan medali emas.
Camat Cigedug Ma'mun Gunawan menyebut torehan tersebut sebagai puncak kerja panjang kafilah daerahnya. Menurut dia, Cigedug sudah lama menjadi pemasok qari berprestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi.
"Tentu ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi warga Kecamatan Cigedug," kata Ma'mun.
Di tingkat lokal, Nunu bukan nama baru. Pada MTQ Kabupaten Garut 2025 yang digelar di Kecamatan Singajaya, ia keluar sebagai juara pertama kategori tilawah tuna netra putra.
Prestasi itu berpasangan dengan capaian Ustadzah Ai Siti Komalasari yang menyabet juara pertama tilawah tuna netra putri. Dua gelar tersebut mengangkat Kecamatan Cigedug ke peringkat ketujuh klasemen umum MTQ Kabupaten Garut 2025.
Kombinasi Nunu dan Ai Siti membuat Cigedug nyaris selalu menyapu gelar juara pertama di setiap perhelatan MTQ, baik di level Kabupaten Garut maupun seleksi Provinsi Jawa Barat.
Ma'mun berharap capaian Nunu tidak berhenti di cabang tilawah tuna netra. Ia ingin prestasi itu menular ke kategori lain pada ajang berikutnya.
"Mudah-mudahan di MTQ XXXII berikutnya prestasi ini tetap bertahan, ditambah dengan raihan dari kategori lainnya," ujar Ma'mun.
Bagi warga Cigedug, emas Nunu menegaskan posisi kecamatan itu sebagai lumbung qari di Kabupaten Garut. Tradisi juara yang dibangun bertahun-tahun lewat pembinaan lokal kini berbuah di panggung nasional.