Polda Jabar Ambil 13 Sampel DNA Keluarga Korban KM Virgo, 8 Warga Garut Masih Dicari

Penulis: Okta Nugraha  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:31:01 WIB
Bidokkes Polda Jabar mengambil 13 sampel DNA keluarga korban KM Virgo Transport 8 di Kabupaten Garut.

BANDUNG — Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Barat mengambil 13 sampel DNA keluarga terdekat korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Perairan Laut Jawa. Seluruh pemilik sampel merupakan keluarga warga Kabupaten Garut yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyatakan pengambilan sampel dilakukan di Kabupaten Garut. Proses ini bagian dari pendalaman identifikasi korban yang melibatkan tim DVI.

Ante Mortem dan Post Mortem Dicocokkan untuk Pastikan Identitas

Menurut Hendra, data ante mortem dan post mortem korban dicocokkan langsung oleh tim DVI. Pencocokan dilakukan agar identitas korban warga Garut bisa dipastikan secara ilmiah, bukan hanya lewat ciri fisik.

"Polda Jabar melalui Biddokes di Kabupaten Garut, dilibatkan dalam perkembangan proses pendalaman kasus tenggelamnya KM Virgo. Beberapa kegiatan yang dilakukan, terkait ante mortem dan post mortem oleh DVI dicocokkan dengan korban warga Garut," ujar Hendra di Mapolda Jawa Barat, Rabu (16/09/2026).

Ia menyebut sampel yang diambil berjumlah kurang lebih 13 unit dari keluarga terdekat. Sampel itu nantinya disandingkan dengan data korban yang tercatat dalam manifes KM Virgo.

"Kita ambil kurang lebih 13 sampel DNA dari keluarga terdekat korban di Kabupaten Garut. Sampel DNA akan disesuaikan dengan data korban dalam KM Virgo, yang alami musibah tenggelam," kata Hendra.

Data Korban: 12 Selamat, 2 Tewas, 8 Belum Ditemukan

Hingga kini, dari total 22 korban KM Virgo Transport 8, sebanyak 12 orang ditemukan dalam keadaan selamat. Dua korban tewas, sementara delapan lainnya masih belum ditemukan.

Delapan orang yang belum ditemukan menjadi prioritas pencarian di Laut Jawa. Polda Jawa Barat memastikan proses identifikasi berjalan paralel dengan operasi pencarian di lapangan.

Posko Informasi di Masjid Al-Hasbi Layani Keluarga Korban

Polres Garut mendirikan Posko Informasi di Halaman Masjid Al-Hasbi, Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan. Posko itu melayani keluarga korban yang menunggu kabar perkembangan pencarian dan identifikasi.

Hendra menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini. Kepolisian, katanya, mendukung penuh upaya pengungkapan identitas para korban KM Virgo.

"Kita akan pantau terus perkembangannya. Kami pihak kepolisian sangat mendukung atas upaya-upaya pengungkapan identitas para korban KM Virgo," ungkap Hendra.

Mengapa Identifikasi DNA Dibutuhkan

Identifikasi lewat DNA dipakai ketika jasad korban sudah tidak bisa dikenali secara visual. Cara ini juga menghindari kekeliruan penyerahan jenazah ke keluarga.

Bagi keluarga korban di Garut, sampel DNA menjadi satu-satunya jalur kepastian. Prosesnya bergantung pada kecocokan data yang dikumpulkan tim DVI dari kedua sisi, keluarga dan korban.

Polda Jawa Barat belum merinci kapan hasil pencocokan sampel DNA rampung. Operasi pencarian terhadap delapan korban yang belum ditemukan masih berlanjut di Perairan Laut Jawa.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: satujabar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top