Mantan Jurkam Bantah Bupati Kuningan dan Tuti Andriani Retak, Yakin Maju Lagi di Pilkada 2029

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:33:01 WIB
Agus Ebreg membantah isu keretakan hubungan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani.

KUNINGAN — Agus Ebreg angkat bicara di tengah santernya isu yang menyebut hubungan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani sedang tidak baik. Ia memastikan kabar tersebut tidak benar dan menilai dinamika yang terjadi hanyalah bagian dari proses pemerintahan yang wajar.

“Kalau orang berpandangan ada keretakan, saya pastikan tidak ada keretakan. Yang namanya satu paket, kita kategorikan dalam bab rumah tangga. Ada bumbu-bumbu manis, ada bumbu-bumbu pahit. Dinamikanya jangan terlalu dibesar-besarkan,” ucap Agus, Sabtu (22/8/2026).

Dirumorkan Maju Kembali pada Pilkada 2029

Agus yang pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Dian-Tuti itu bahkan berani memprediksi kelanjutan kerja sama politik keduanya. Ia menyebut pasangan tersebut masih memiliki peluang besar untuk kembali diusung pada kontestasi lima tahun mendatang.

“Kalau dikaitkan dengan harmonisasi Dian-Tuti, saya pastikan masih harmonis. Bahkan nanti menjelang 2029, saya sebagai mantan juru kampanye memastikan akan ada DIRAHMATI jilid dua,” ujarnya.

Fokus pada Program dan Anggaran Infrastruktur

Menurut Agus, saat ini keduanya sedang memusatkan perhatian pada realisasi 10 program unggulan yang dijanjikan saat kampanye. Ia meminta publik tidak mengalihkan energi pada isu personal yang justru bisa mengganggu jalannya pembangunan di Kabupaten Kuningan.

“Sekarang Bupati dan Wakil Bupati ini lagi fokus bagaimana 10 program Dian-Tuti ini berjalan dengan baik, dirasakan oleh rakyat Kabupaten Kuningan,” katanya.

Agus juga menyoroti peran Tuti Andriani dalam mendorong realisasi anggaran pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan. Hal ini dinilai krusial untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat, baik di sektor pedesaan, perkotaan, maupun kawasan wisata.

“Amih Tuti berfokus di anggaran yang akan diluncurkan, sebagaimana masyarakat Kabupaten Kuningan menginginkan adanya pembangunan-pembangunan jalan untuk roda ekonomi, baik di sektor pedesaan, sektor kota maupun sektor wisata,” tuturnya.

Nama Tuti di Bursa Ketua DPC Gerindra

Agus turut menanggapi santernya nama Tuti Andriani yang disebut-sebut berpeluang memimpin DPC Partai Gerindra Kuningan. Ia menegaskan persoalan tersebut adalah ranah internal partai dan tidak bisa dikaitkan dengan isu keretakan hubungannya dengan sang bupati.

“Namanya berpolitik, tentunya dalam partai itu punya namanya ketua partai. Yang saat ini Bapak-Bapak tahu bahwa ketua Partai Gerindra ini adalah Pak Presiden,” tuturnya.

Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai kepemimpinan partai di daerah sepenuhnya berada di tangan struktur pusat. Munculnya nama Tuti dalam bursa calon ketua DPC dinilai sebagai bagian dari strategi partai untuk memastikan kebijakan berjalan hingga tingkat bawah.

“Tidak menutup kemungkinan kalau tidak ada bupatinya, berarti wakilnya yang dari Gerindra, atau DPR RI-nya. Itu ranah pusat,” pungkasnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: kuninganmass.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top