Pencarian

Studi PNAS: Kebakaran Hutan Gambut Turunkan Populasi Ikan 67,9 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 • 14:48:01 WIB
Studi PNAS: Kebakaran Hutan Gambut Turunkan Populasi Ikan 67,9 Persen
Penelitian PNAS mencatat peluang ditemukannya ikan di kawasan hutan gambut terbakar turun hingga 67,9 persen.

JAWA BARAT — Penelitian jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkap kebakaran hutan gambut di Indonesia menurunkan peluang ditemukannya ikan hingga 67,9 persen dalam analisis interval satu bulan. Studi 16 tahun di kawasan hutan rawa gambut Indonesia itu menunjukkan dampak karhutla menjalar ke perairan, bukan hanya ekosistem darat. Temuan ini memperkuat urgensi penanganan karhutla yang memperhitungkan kerusakan ekosistem secara menyeluruh.

Kebakaran besar hutan gambut tidak berhenti merusak pohon dan ekosistem darat. Riset yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada April 2024 menemukan bahwa kualitas air dan kehidupan ikan di sungai sekitar kawasan gambut ikut terpukul setelah peristiwa kebakaran.

Studi berjudul "Impacts of Fire and Prospects for Recovery in a Tropical Peat Forest Ecosystem" itu menganalisis data ekosistem dan keanekaragaman hayati selama 16 tahun di hutan rawa gambut Indonesia. Tim peneliti membandingkan dampak kebakaran terhadap berbagai komponen ekosistem, dari vegetasi hingga fauna air.

Penurunan Tajam Populasi Ikan Pascakebakaran

Dalam abstrak penelitian, para peneliti menyatakan kebakaran besar langsung berdampak pada kualitas air dan fenologi reproduksi pohon. Dampak paling mencolok terlihat pada populasi ikan bernilai komersial yang merosot tajam dalam waktu tiga bulan setelah kebakaran.

Analisis pada interval satu bulan menunjukkan peluang ditemukannya ikan turun sekitar 67,9 persen. Penurunan tidak hanya terjadi pada ikan spesialis hutan, tetapi juga spesies yang bernilai komersial bagi nelayan setempat.

Kelompok vertebrata terancam juga mengalami penurunan bertahap selama sembilan bulan setelah peristiwa kebakaran. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemulihan ekosistem gambut membutuhkan waktu panjang, bahkan setelah api berhasil dipadamkan.

Mengapa Dampak ke Perairan Penting

Sungai dan ekosistem gambut merupakan habitat bagi beragam jenis ikan. Kawasan ini sekaligus menjadi sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat sekitar.

Ketika kualitas air terganggu dan populasi ikan menurun, dampaknya berpotensi merambat ke aktivitas perikanan warga. Penurunan hasil tangkapan berarti pendapatan nelayan kecil dan keluarga yang bergantung pada sungai ikut tertekan.

Kerusakan pada fenologi reproduksi pohon memperparah kondisi karena siklus alami yang menopang kehidupan perairan ikut terganggu. Pemulihan populasi ikan pun tidak bisa berjalan cepat selama habitatnya belum pulih.

Catatan soal Cakupan Temuan

Hasil penelitian ini berasal dari ekosistem hutan gambut yang diteliti. Temuan tersebut tidak berarti setiap kebakaran di semua wilayah Indonesia akan menghasilkan dampak dengan besaran yang sama.

Meski demikian, pola yang terungkap memberi gambaran bahwa kerusakan akibat karhutla bersifat berlapis. Penanganan yang hanya fokus pada pemadaman api tanpa mempertimbangkan pemulihan ekosistem berisiko meninggalkan masalah jangka panjang.

Temuan ini menunjukkan penanganan karhutla perlu memperhitungkan kerusakan ekosistem secara menyeluruh, termasuk dampak terhadap sungai dan kehidupan di dalamnya. Bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha di sekitar kawasan gambut, data ini bisa menjadi dasar untuk memperkuat pemantauan kualitas air dan stok ikan pascakebakaran.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks