BANDUNG — Irjen Pol Hengki memimpin Polda Jawa Barat dengan membawa pesan perubahan budaya kerja di lingkungan kepolisian. Serah terima Pataka Polda Jabar Ganda Wibawa Sakti menandai dimulainya kepemimpinan baru di institusi tersebut.
Hengki menilai kepercayaan masyarakat hanya bisa dibangun lewat pelayanan nyata, bukan sekadar retorika. Karena itu, seluruh personel diminta menjadi bagian dari perubahan, termasuk para pimpinan di setiap tingkatan.
Dengarkan Keluhan Warga dengan Sabar
Salah satu penekanan utama Hengki adalah sikap terhadap kritik. Ia meminta anggotanya tidak bersikap antikritik saat berhadapan dengan masyarakat.
"Dengarkan keluhan dengan sabar, terima kritik dengan lapang dada, dan pahami persoalan sebelum mengambil tindakan," tegas Hengki.
Kedekatan polisi dengan warga, menurutnya, tidak terbentuk begitu saja. Personel harus hadir, membuka ruang komunikasi, dan menjadi pendengar yang baik bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Hengki juga menyoroti hak warga yang datang ke kantor polisi. Mereka berhak mendapat pelayanan baik dan kejelasan soal perkembangan laporan yang disampaikan.
"Setiap warga yang datang harus merasa dihargai, didengarkan, dan memperoleh kejelasan atas penanganan laporan yang disampaikan. Dari kesediaan mendengar kita mengetahui apa yang harus dibenahi," tuturnya.
Pimpinan Wajib Jadi Teladan dan Penegakan Hukum Transparan
Perubahan tidak cukup di level anggota. Hengki meminta para pimpinan di setiap tingkatan menjadi contoh bagi anggota yang dipimpinnya, sekaligus membimbing dan membangun budaya kerja disiplin.
"Kepada para pimpinan di setiap tingkatan, saya meminta agar menjadi teladan, membimbing anggotanya, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan terbuka terhadap perbaikan," ujar Hengki.
Transformasi di tubuh Polri, lanjutnya, harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam pelaksanaan tugas, termasuk penegakan hukum di wilayah Jawa Barat. Prosesnya harus profesional dan berkeadilan tanpa tebang pilih.
Setiap kewenangan yang dijalankan personel juga dituntut transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Para pimpinan diminta tidak hanya memberi instruksi, tetapi memastikan nilai-nilai itu diterapkan seluruh anggota.
"Wujudnya adalah pelayanan yang cepat dan mudah, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta pelaksanaan kewenangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Perbaikan Pelayanan Harus Terasa Langsung oleh Masyarakat
Pembenahan sumber daya manusia dan pelayanan publik di Polda Jabar ditargetkan memberi manfaat langsung bagi warga. Bentuknya berupa pelayanan cepat, mudah diakses, dan memberi kepastian.
Hengki menegaskan perubahan budaya kerja tidak cukup hanya terjadi di internal organisasi. Masyarakat harus merasakan dampaknya saat membutuhkan bantuan kepolisian, menyampaikan pengaduan, maupun berhadapan dengan proses penegakan hukum.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Barat, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Hengki meminta seluruh personel memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan berbagai elemen masyarakat.
"Saya memohon doa restu dan mengajak seluruh personel memperkuat kebersamaan, serta sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan segenap elemen masyarakat demi terwujudnya Jawa Barat yang aman dan kondusif," pungkasnya.
Melalui pembenahan internal, peningkatan kualitas pelayanan, dan penguatan sinergi lintas sektor, jajaran Polda Jabar diharapkan menjalankan tugas secara profesional sekaligus membangun hubungan lebih baik dengan masyarakat.