BANDUNG — Penyerangan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat rombongan Persib Bandung U-18 baru pulang dari laga Elite Pro Academy (EPA) melawan Persis Solo. Dalam laporan insiden yang dikeluarkan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, sejumlah koper milik ofisial dan anggota tim dilaporkan dijarah setelah bus dirusak.
Informasi awal menyebutkan penyerangan diduga dilakukan sekelompok orang yang merupakan bagian dari rombongan suporter Persija Jakarta atau Jakmania. Mereka disebut sedang dalam perjalanan pulang usai mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Viking: Rivalitas Berhenti di Garis Lapangan
Melalui akun resmi Instagram-nya, Viking Persib Club menyatakan tindakan tersebut adalah kejahatan, bukan rivalitas. Kelompok suporter itu menegaskan rivalitas berhenti di garis lapangan.
Penyerangan kepada bus pemain muda dinilai sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika suporter.
"Pemain muda adalah masa depan bangsa, mereka adalah asset yang harus kita jaga apapun klubnya, menyerang mereka sama dengan membunuh masa depan sepakbola itu sendiri," katanya dalam pernyataan sikap Viking Persib Club.
Tuntutan ke Federasi dan Kepolisian
Viking menuntut insiden ini menjadi perhatian federasi. Mereka juga menyatakan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas, mengidentifikasi pelaku, dan menghukum seberat-beratnya.
Sikap tegas itu disertai penolakan terhadap segala bentuk kekerasan pada anak. "Tidak ada toleransi untuk kekerasan terhadap anak," demikian pernyataan mereka.
Viking mengajak seluruh elemen suporter di Bandung khususnya dan di Indonesia umumnya untuk mengawal serta berdiri bersama bibit muda sepak bola Indonesia.
"Sepakbola harus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk bermimpi," katanya.
Dua Korban dan Kerusakan Bus
Dua orang yang merupakan ofisial dan anggota tim dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Kerusakan bus rombongan tercatat dalam laporan resmi manajemen PT Persib Bandung Bermartabat.
Hingga pernyataan sikap Viking dirilis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai jumlah pelaku maupun status penyelidikan. Federasi juga belum mengeluarkan respons atas tuntutan suporter tersebut.