BANDUNG — PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mulai menggarap kawasan integrated city di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, dengan luas lahan mencapai 26 hektare. Manajemen RISE menyebut nilai pasar lahan proyek tersebut sekitar Rp 1,25 triliun.
Angka itu belum memperhitungkan gross development value (GDV) dari pengembangan kawasan secara keseluruhan. Artinya, potensi nilai ekonomi proyek ini masih bisa bertambah seiring pembangunan yang berjalan.
Mengapa RISE Memilih Bandung sebagai Lokasi Ekspansi
Bandung menjadi titik masuk RISE ke pasar properti Jawa Barat. Emiten pengembang properti di bawah bendera Tanrise ini menilai kawasan Jalan Soekarno-Hatta memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan.
Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu koridor utama yang menghubungkan pusat Kota Bandung dengan kawasan penyangga di sekitarnya. Akses ke jalan arteri dan kedekatan dengan berbagai fasilitas publik membuat kawasan ini kerap dilirik pengembang.
Skala Proyek dan Nilai Lahan yang Digarap
Luas lahan 26 hektare menempatkan proyek RISE ini sebagai salah satu pengembangan kawasan terbesar di Bandung dalam beberapa waktu terakhir. Nilai pasar lahan Rp 1,25 triliun dihitung berdasarkan kondisi saat ini, sebelum kawasan dibangun secara menyeluruh.
Manajemen RISE memisahkan perhitungan antara nilai pasar lahan dan GDV. Pemisahan itu menunjukkan bahwa nilai ekonomi kawasan berpotensi jauh lebih besar begitu seluruh tahap pengembangan selesai.
Apa Itu Integrated City dan Mengapa Digemari Pengembang
Konsep integrated city menggabungkan kawasan hunian, komersial, dan fasilitas pendukung dalam satu area terpadu. Pengembang memilih pendekatan ini untuk menciptakan kawasan yang mandiri dan mengurangi ketergantungan warga pada pusat kota.
Bagi RISE, pengembangan kawasan terpadu di Bandung menjadi langkah strategis memperluas portofolio bisnis properti di luar wilayah yang sudah digarap sebelumnya. Perusahaan menargetkan kawasan ini menjadi salah satu proyek andalan di Jawa Barat.
Dampak bagi Pasar Properti Bandung
Masuknya RISE ke Bandung menambah daftar pengembang yang membidik kawasan penyangga kota. Persaingan di segmen kawasan terpadu diperkirakan meningkat, terutama di koridor Jalan Soekarno-Hatta yang memiliki akses transportasi memadai.
Bagi warga Bandung dan sekitarnya, proyek ini berpotensi membuka pilihan hunian baru sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Namun, dampak jangka panjangnya baru terlihat setelah tahap konstruksi berjalan.
RISE belum mengungkap jadwal pasti pembangunan maupun target penyelesaian kawasan integrated city tersebut.