JAWA BARAT — Lari menjadi olahraga paling banyak digandrungi Generasi Z Indonesia, dengan 69 persen konten olahraga yang mereka bagikan di media sosial berkaitan dengan aktivitas berlari. Tren ini muncul seiring meningkatnya kesadaran Gen Z terhadap kesehatan fisik dan mental, menjadikan olahraga bukan sekadar rutinitas tetapi bagian dari gaya hidup.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat jumlah Gen Z di Indonesia mencapai 74,93 juta jiwa, atau 27,94 persen dari total populasi. Generasi yang lahir pada 1997 hingga awal 2012 ini tumbuh di era digital, sehingga pola hidup dan pilihan aktivitas mereka banyak dipengaruhi perkembangan teknologi.
Laporan tren olahraga GoodStats sepanjang 2023 mengungkap lari sebagai aktivitas yang paling banyak dibagikan Gen Z di media sosial. Komunitas lari bermunculan di berbagai kota, dan kegiatan lari bersama menjadi cara anak muda berolahraga sekaligus bersosialisasi.
Lari: Mudah, Murah, dan Jadi Ajang Sosialisasi
Lari dipilih karena tidak membutuhkan banyak peralatan dan bisa dilakukan kapan saja. Selain menjaga kebugaran, aktivitas ini kerap menjadi cara melepas penat setelah bekerja atau kuliah.
Fenomena lari berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Berbagai event lari berskala lokal hingga nasional rutin digelar, dan partisipasinya didominasi anak muda yang ingin tetap aktif sekaligus memperluas jaringan pertemanan.
Bersepeda Tetap Jadi Pilihan Meski Tak Sepopuler Lari
Bersepeda masih digemari karena bisa dilakukan secara santai maupun intens. Aktivitas ini cocok untuk rekreasi sekaligus menyehatkan jantung dan paru-paru.
Berbeda dengan lari yang cenderung kompetitif, bersepeda memberi ruang bagi Gen Z untuk menikmati perjalanan sambil berolahraga. Rute kota hingga jalur pedesaan menjadi daya tarik tersendiri.
Gym dan Strength Training untuk Massa Otot
Latihan angkat beban semakin diminati Gen Z karena manfaatnya bagi peningkatan massa otot. Latihan ini juga dinilai baik untuk postur tubuh dan kesehatan metabolik.
Kehadiran gym dengan konsep modern dan komunitas fitness di media sosial turut mendorong minat generasi muda. Banyak dari mereka menjadikan latihan kekuatan sebagai rutinitas mingguan yang terukur.
Padel: Tren Baru di Kota-Kota Besar
Padel memadukan elemen tenis dan squash, dan kini menjadi tren baru di kota-kota besar. Olahraga raket ini populer karena mudah dimainkan, menyenangkan, dan cocok untuk aktivitas sosial bersama teman.
Lapangan padel bertambah cepat di kawasan perkotaan, seiring permintaan yang tinggi dari kalangan muda. Permainan yang tidak terlalu menguras fisik membuat padel ramah bagi pemula yang baru mencoba olahraga raket.
Badminton Masih Jadi Favorit Lintas Generasi
Badminton tetap menjadi olahraga favorit lintas generasi. Gen Z memilihnya karena akses lapangan yang mudah, permainan yang cepat membakar kalori, dan sifatnya yang kompetitif namun tetap ramah bagi pemula.
Popularitas badminton di Indonesia didukung ekosistem yang mapan, mulai dari klub lokal, turnamen antar-kampung, hingga ajang nasional. Bagi banyak anak muda, badminton menjadi olahraga pertama yang mereka tekuni sejak sekolah.
Pilihan Olahraga Tergantung Minat dan Kondisi Masing-Masing
Lima olahraga ini menunjukkan bahwa Gen Z cenderung memilih aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menyenangkan dan punya dimensi sosial. Pilihan olahraga dapat disesuaikan dengan minat, kondisi fisik, serta aktivitas harian masing-masing.