Kementerian Kehutanan melaporkan titik panas karhutla nasional turun menjadi 365 titik hingga Senin (28/9), sementara tim penyelam gabungan mengevakuasi tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 pada hari ke-17 operasi SAR di perairan Laut Jawa. Sejumlah peristiwa humaniora lain juga terjadi di Tanah Air sepanjang Selasa (29/9), mulai dari pembangunan huntara penyintas gempa NTT hingga identifikasi korban kapal oleh tim DVI Polda Kalsel. Berikut rangkuman selengkapnya.
JAKARTA — Jumlah titik panas (hotspot) karhutla nasional tercatat 365 titik sampai Senin (28/9), turun dari 559 titik pada Minggu (27/9). Penurunan itu tersebar di sejumlah wilayah, dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) masih terkonsentrasi di enam provinsi prioritas pengendalian.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyebut dinamika di setiap wilayah berbeda meski secara nasional trennya membaik.
"Penurunan secara nasional menjadi perkembangan positif, namun dinamika di setiap wilayah berbeda. Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi, sementara Kalimantan Tengah mengalami penurunan cukup signifikan," kata Ristianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Sumatera Selatan Catat Hotspot Tertinggi, Kalimantan Barat dan Riau Nihil
Data Kemenhut sampai pukul 21.00 WIB pada Senin (28/9) menunjukkan Sumatera Selatan menyumbang 96 titik, disusul Kalimantan Tengah 37 titik, Jambi 25 titik, dan Kalimantan Selatan 4 titik. Dua provinsi prioritas, Kalimantan Barat dan Riau, dilaporkan nihil titik panas.
Sebaran itu menjadi perhatian karena enam provinsi tersebut selama ini menjadi fokus utama pengendalian karhutla nasional. Pemerintah daerah di wilayah dengan titik panas tinggi diminta memperkuat patroli dan pemadaman dini.
BNPB Bangun Huntara Penyintas Gempa NTT Bertahap
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pendirian rumah hunian sementara (huntara) bagi warga penyintas gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur dilaksanakan secara bertahap. Pembangunan itu berbasis hasil verifikasi penerima manfaat yang ditetapkan pemerintah daerah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan huntara dibangun agar penyintas di tujuh kabupaten segera meninggalkan lokasi pengungsian sebelum pemulihan permanen dimulai.
"Dalam proses pembangunan huntara, BNPB akan menyelesaikan secara bertahap berdasarkan jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah," ujar Berton.
Istri Korban Kapal Virgo Lega Suami Teridentifikasi
Yuliani Intan Sari, istri korban meninggal Kapal Virgo Transport 8, mengaku lega setelah suaminya, Sugianto (41), teridentifikasi tim DVI Polda Kalimantan Selatan. Sugianto termasuk satu dari 16 korban meninggal yang teridentifikasi pada Senin malam (28/9).
"Alhamdulillah lega, kami sudah ikhlas atas takdir Allah SWT," kata Yuliani saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Selasa.
Identitas korban diketahui dari ciri sekunder medis dan properti setelah tim DVI mencocokkan dengan data ante mortem yang diserahkan keluarga.
Penyelam Evakuasi Tiga Jasad dari Bangkai KM Virgo
Basarnas menyatakan tim penyelam gabungan menemukan dan mengevakuasi tiga jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 dari dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Evakuasi berlangsung pada hari ke-17 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Selasa.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyebut dua jasad dievakuasi ke kapal KRI, sedangkan satu jasad lainnya dibawa ke KN SAR Pacitan untuk penanganan sesuai prosedur.
"Tim penyelam gabungan dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, dan potensi SAR lainnya," ujarnya.
Operasi SAR masih berlanjut untuk menyisir bangkai kapal dan memastikan seluruh korban teridentifikasi.