Pencarian

Review Ha-Chan, Shake Your Booty: Drama Tango Raih Sutradara Terbaik Sundance

Sabtu, 26 September 2026 • 17:21:01 WIB
Review Ha-Chan, Shake Your Booty: Drama Tango Raih Sutradara Terbaik Sundance
Film "Ha-Chan, Shake Your Booty!" arahan Josef Kubota Wladyka tayang di bioskop dengan rating 3,5 dari 5 bintang.

JAWA BARAT — Film "Ha-Chan, Shake Your Booty!" arahan Josef Kubota Wladyka tayang di bioskop dengan rating 3,5 dari 5 bintang. Drama bertema duka dan tarian tango ini memenangi Directing Award kategori Dramatic di Sundance Film Festival. Rinko Kikuchi tampil sebagai pemeran utama dalam kisah cinta, kehilangan, dan realitas yang kabur.

Josef Kubota Wladyka lebih dikenal lewat delapan episode serial "Tokyo Vice" yang ia sutradarai, plus sejumlah judul gelap seperti "Narcos" dan "The Terror". "Ha-Chan, Shake Your Booty!" adalah film fitur ketiganya, dan yang kedua dalam satu dekade terakhir. Pergeseran genre ke drama tari yang penuh emosi inilah yang membuat film ini berbeda dari karya-karya sebelumnya.

Sinopsis: Duka Haru Setelah Luis Meninggal

Rinko Kikuchi memerankan Haru Kubota, penari tango amatir yang bersiap tampil di Tokyo Dance Classic bersama suaminya, Luis (Alejandro Edda). Dalam salah satu adegan mimpi, Haru membayangkan dirinya menari dengan sempurna, sebelum kenyataan pahit menghantam: Luis jatuh tewas di tengah lantai dansa.

Konflik memuncak saat ayah Luis (Damián Alcázar) dan adiknya (Charley Flyte) datang dari Meksiko. Mereka ingin membawa jenazah Luis pulang, sementara Haru bersikeras mengkremasinya sesuai tradisi Jepang. Perbedaan adat ini dijelaskan lewat instruksi bergambar yang terasa sedikit absurd.

Haru akhirnya menyerah. Namun ia yakin arwah Luis tak akan tenang jika dimakamkan dengan cara yang diinginkan sang ayah. Keyakinan itu seolah terbukti ketika seekor maskot burung hitam bergaya kawaii muncul dan menari lambat bersamanya.

Kehadiran Fedir dan Cinta Segitiga yang Tak Terduga

Beberapa bulan berlalu, burung itu terungkap sebagai jelmaan Luis. Di titik inilah cerita benar-benar bergerak, dengan masuknya Fedir (Alberto Guerra), instruktur baru di studio dansa yang disebut para saudari Haru sebagai pria sangat tampan. Haru pun menyadari hal yang sama.

Ia mencoba bangkit lewat hubungan baru, yang kemudian berubah menjadi cinta segitiga dengan lebih dari satu lapisan. Hubungan Haru dan Fedir menyimpan banyak momen tak terduga, dan menurut ulasan ini, justru menjadi kekuatan terbesar film.

Ada adegan pertengkaran dengan pengusaha tua mabuk yang berubah menjadi baku hantam bergaya "West Side Story", lalu bertransisi menjadi koreografi ala "La La Land". Sekuens ini menegaskan bahwa film ini bukan musikal biasa, melainkan drama yang dipenuhi tarian.

Akting dan Penyutradaraan Jadi Nilai Jual Utama

Penampilan Rinko Kikuchi sebagai Ha-Chan disebut sebagai salah satu poin terkuat. Aktris ini sebelumnya bekerja sama dengan Kubota Wladyka di "Tokyo Vice", sehingga chemistry dengan sang sutradara sudah terbangun.

Penyutradaraan Kubota Wladyka mendapat pujian luas, termasuk Directing Award kategori Dramatic di Sundance. Kemampuan menyeimbangkan adegan duka yang intim dengan humor dan visual surealis jadi alasan utama film ini layak diperhitungkan.

Kekurangan: Babak Pertama Terasa Lambat

Film ini tidak tanpa cela. Babak pertama terasa lambat dan baru benar-benar hidup setelah Fedir masuk ke cerita. Kehadiran Bird Luis memang memancing rasa penasaran, tetapi belum cukup menggerakkan alur di awal.

Formatnya juga terbilang niche: drama bertabur tarian yang bukan musikal. Penonton yang mengharapkan struktur musikal konvensional bisa kebingungan dengan pendekatan ini.

Kesimpulan: Layak Ditonton di Bioskop

Dengan rating 3,5 dari 5 bintang, "Ha-Chan, Shake Your Booty!" cocok untuk penonton yang menyukai drama emosional dengan sentuhan surealis, terutama penggemar film festival dan karya Rinko Kikuchi. Film ini sedang tayang di bioskop.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks