Pencarian

PLN Group Jalin 5 Kerja Sama Strategis Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 • 14:49:02 WIB
PLN Group Jalin 5 Kerja Sama Strategis Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026
PLN Group menandatangani lima kerja sama strategis senilai Rp3,3 triliun pada Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9).

JAWA BARAT — PLN Group menandatangani lima kolaborasi strategis bernilai estimasi Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9). Kerja sama ini mencakup dedieselisasi PLTS-BESS hibrida, modernisasi gardu induk berbasis TKDN, hingga ekspansi layanan MRO ke Asia-Pasifik. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transisi energi bersih dan target swasembada energi nasional.

Penandatanganan lima kesepakatan itu dilakukan di sela pembukaan pameran ketenagalistrikan terbesar di Indonesia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia hadir langsung dan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar Indonesia tetap konsisten mengejar target Net Zero Emissions pada 2050 hingga 2060.

Rincian Lima Kerja Sama yang Diteken

Kolaborasi pertama menyangkut dedieselisasi terintegrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) Hibrida di wilayah terisolasi. Program ini menyasar daerah-daerah yang selama ini masih bergantung pada pembangkit diesel.

Kedua, modernisasi Gardu Induk Tegangan Tinggi dengan basis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ketiga, penguatan rantai pasok dan alih teknologi komponen kritis kelistrikan. Keempat, pemeliharaan aset generator dan motor listrik. Kelima, ekspansi global layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pembangkit di kawasan Asia-Pasifik.

PLTS 100 GW Butuh Investasi Rp1.140 Triliun

Bahlil merinci bahwa program PLTS 100 GW membutuhkan total investasi Rp1.140 triliun. Pemerintah memproyeksikan program ini memberi penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun.

Selain itu, PLTS 100 GW diperkirakan menyerap 5,518 juta tenaga kerja, menurunkan emisi gas rumah kaca 140,16 juta ton CO2, dan berpotensi menghasilkan nilai pasar karbon hingga Rp6,31 triliun.

"Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita bahwa Indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target Net Zero Emissions kita di 2050 sampai dengan 2060. Caranya apa? Di RUPTL kita dorong (sekitar) 70% ada energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt (GW) PLTS," ujar Bahlil.

Prioritas Produk Dalam Negeri

Bahlil menekankan pentingnya keterlibatan ekosistem industri ketenagalistrikan agar potensi pasar yang besar ini memprioritaskan produk dalam negeri. Pemerintah membuka opsi impor jika pasokan domestik tidak mencukupi, namun dengan seleksi ketat.

"Untuk bisa kita melakukan ini, maka harus ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha. Dan kita mengharapkan, untuk memenuhi semua kebutuhan daripada proyek ini, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri. Kalau di dalam negerinya tidak cukup kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor, tapi betul-betul selektif. Kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk yang dari luar kemudian mematikan produk dalam negeri," tegas Bahlil.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serapan Kerja

Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) yang juga Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kedaulatan energi harus berdiri di atas sistem kelistrikan yang mencukupi, andal, terjangkau, dan semakin bersih. Kebutuhan listrik terus naik seiring hilirisasi, pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi.

"Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus mandiri energi. Pengembangan infrastruktur kelistrikan menjadi momentumnya, apalagi kebutuhan listrik terus naik karena hilirisasi, pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi. Karena itu kami membangun satu sistem yang utuh, percepatan PLTS 100 GW, dukungan BESS, Green Enabling Super Grid, dan digitalisasi end-to-end. Dari sistem yang kuat ini, ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia ditegakkan," jelas Darmawan.

Darmawan menyebut forum Electricity Connect 2026 mempertemukan pemerintah, PLN, mitra, dan investor. Indonesia memiliki sumber daya dan permintaan, sementara dunia punya teknologi, keahlian, dan modal.

"Indonesia memiliki sumber daya dan permintaan. Dunia memiliki teknologi, keahlian, dan modal. Forum ini mempertemukan kekuatan itu agar kerja sama langsung menjadi program yang nyata. Hari ini sudah ada wujudnya. Kolaborasi-kolaborasi strategis berhasil disepakati hingga mencapai Rp3,3 triliun," ungkap Darmawan.

Dari sisi dampak, Darmawan menambahkan bahwa ekosistem kolaborasi ini menyasar pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Investasi masuk, teknologi diadopsi, industri dalam negeri tumbuh, dan SDM menguat.

"Dari ekosistem ini lahir dampak yang terukur, investasi masuk, teknologi diadopsi, industri dalam negeri tumbuh, dan SDM semakin kuat. Ujungnya sesuai tujuan Bapak Presiden, lapangan kerja tercipta, kawasan bergerak, kemiskinan turun, dan kesejahteraan masyarakat lebih merata," pungkas Darmawan.

Bagi PLN, lima kesepakatan senilai Rp3,3 triliun ini menjadi pijakan awal menuju target yang jauh lebih besar: PLTS 100 GW dengan kebutuhan investasi Rp1.140 triliun. Keberhasilan program tersebut akan menentukan posisi Indonesia dalam peta transisi energi Asia-Pasifik sekaligus menguji kesiapan industri dalam negeri memasok komponen kelistrikan.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks