KUNINGAN — Laporan kebakaran diterima UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 00.46 WIB. Petugas berangkat menuju lokasi sekitar pukul 00.58 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara pada 01.20 WIB.
Warga bernama Didin melihat api lebih dulu dan melaporkan kejadian itu kepada aparat desa yang sedang piket serta warga sekitar. Sebelum petugas datang, warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan air.
Api Membesar, Warga Minta Bantuan Damkar
Upaya warga tidak cukup. Api semakin membesar sehingga warga membutuhkan bantuan petugas pemadam kebakaran.
"Karena api semakin membesar dan dikhawatirkan menjalar ke rumah warga serta gudang gas LPG, kami kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran," demikian keterangan dalam laporan kejadian.
Kepala Desa Kertawirama, Dani, membenarkan kronologi tersebut. Menurutnya, warga sekitar langsung bergerak begitu melihat api muncul tengah malam.
7.000 Liter Air dan Waktu Pemadaman 1,5 Jam
Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah menyebutkan, sebanyak enam anggota piket Regu 3 meluncur langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
"Sebanyak enam anggota piket Regu 3 meluncur langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Petugas menggunakan satu unit kendaraan pemadam dengan menghabiskan sekitar 7.000 liter air," tuturnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam. Aparat desa dan warga sekitar ikut membantu petugas di lokasi.
Lokasi Curam Jadi Kendala Petugas
Kondisi medan menjadi hambatan tersendiri. Lokasi kebun bambu cukup curam sehingga anggota harus lebih berhati-hati saat bergerak dan melakukan penyemprotan air.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
"Pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar ke area di sekitarnya, apalagi sampai ke Agen LPG," tandasnya.
Luas Terbakar 250 Meter Persegi, Tidak Ada Korban Jiwa
Luas kebun bambu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 250 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal penyebab munculnya api di kebun bambu milik H. Toha tersebut.