JAWA BARAT — Hasil imbang ini jelas bukan awal yang diharapkan Brasil di turnamen empat tahunan tersebut. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ismael Saibari, Brasil baru bisa menyamakan kedudukan lewat aksi Vinicius Jr.
Babak Pertama yang Membuat Ancelotti Cemas
Pelatih Carlo Ancelotti secara blak-blakan mengakui timnya tampil di bawah standar pada babak pertama. Ia menyoroti dominasi Maroko yang merepotkan lini pertahanan Brasil.
"Saya pikir kami tidak memulai laga dengan sangat baik, saya sempat sedikit khawatir," ujar Ancelotti seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Ia menambahkan bahwa timnya kalah dalam perebutan bola dan penguasaan. "Di babak pertama, kami kesulitan untuk keluar dari tekanan," tegas pelatih asal Italia tersebut.
Kekecewaan yang Terbuka, Fokus ke Laga Berikutnya
Hasil imbang ini jelas bukan target awal Brasil yang berambisi merebut kembali gelar juara dunia. Namun, Ancelotti memilih untuk tidak terlalu larut.
"Apakah saya puas? Tidak terlalu. Saya berharap start yang lebih bagus," kata Ancelotti. "Namun hal seperti ini bisa saja terjadi. Kini, saya akan fokus pada laga berikutnya."
Dengan satu poin di tangan, Brasil masih memiliki dua laga tersisa di fase grup. Lawan terdekat yang harus dihadapi adalah Haiti pada 20 Juni, sebelum akhirnya berhadapan dengan Skotlandia di partai pamungkas.
Pekerjaan Rumah Besar untuk Ancelotti
Catatan historis jadi beban tersendiri. Brasil terakhir kali merasakan manisnya juara Piala Dunia pada edisi 2002. Pada turnamen sebelumnya, langkah mereka terhenti di babak perempat final.
Jika ingin mengulang kejayaan di Amerika Serikat nanti, Ancelotti harus segera membenahi permainan tim. Laga melawan Maroko sudah menjadi alarm keras bahwa Brasil tidak bisa hanya mengandalkan talenta individu.