JAWA BARAT — Onic melaju ke grand final setelah mengalahkan Geek Fam dengan skor telak 4-1 di Upper Bracket Final, Jumat lalu. Konsistensi permainan yang terstruktur membuat mereka difavoritkan untuk mempertahankan dominasi di era terbaru MLBB Indonesia.
Sementara itu, BTR harus menempuh jalan lebih berat. Tim Robot Merah jatuh ke lower bracket setelah kalah dramatis 3-4 dari Onic di laga penentuan tiket final. Namun, mereka bangkit dengan mengalahkan Geek Fam di final lower bracket dengan skor 4-1. Kemenangan itu membuktikan ketahanan mental dan kematangan strategi BTR saat berada di ambang eliminasi.
Format Best-of-Seven: Ruang Kejutan Lebih Besar
MPL S17 menerapkan format best-of-seven untuk grand final dan lower bracket final—berbeda dari playoff yang menggunakan double elimination. Format ini memberi ruang lebih luas bagi kejutan, adaptasi, dan kegagalan. Setiap sesi draft pick dan team fight bisa menjadi penentu takdir.
Tidak ada ruang untuk kesalahan. Kedua tim harus menyiapkan strategi cadangan untuk tujuh game potensial, bukan sekadar lima. Ini menguji tidak hanya skill individu pemain, tetapi juga kedalaman hero pool dan kemampuan adaptasi pelatih.
Taruhan Lebih dari Sekadar Gelar Domestik
Kedua tim sudah memastikan tiket ke MSC 2026, turnamen internasional yang akan berlangsung di Paris beriringan dengan Esports World Cup mulai 1 Juli 2026. Namun, gelar MPL S17 tetap menjadi mahkota tertinggi—simbol keunggulan domestik yang memperkuat reputasi di kancah global.
Onic datang sebagai favorit berkat performa konsisten sepanjang musim. Di sisi lain, BTR memiliki satu kekuatan tambahan: dendam yang telah berubah menjadi fokus. Kekalahan di upper bracket bukan akhir, melainkan awal dari kebangkitan mereka.
Duel Dua Filosofi: Konsistensi vs Kebangkitan
Pertandingan ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat secara teknis. Ini tentang kesiapan emosional dan psikologis. Onic dengan gaya permainan terstruktur menghadapi BTR yang termotivasi oleh ambisi balas dendam. Dua tim, dua filosofi, satu takhta.
Jutaan penggemar MLBB Indonesia akan menyaksikan siapa yang layak menyandang gelar Kingfinix musim ini. Apakah Onic akan mempertahankan dominasi, atau BTR yang akan menulis ulang narasi kebangkitan mereka?