SOREANG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mulai mematangkan skema pengaturan arus kendaraan untuk menyambut CFD perdana di kawasan Soreang. Kepala Dishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, persiapan difokuskan pada rekayasa lalu lintas, penyediaan kantong parkir, dan penempatan personel di titik-titik rawan kepadatan.
Dua Lokasi Kantong Parkir untuk ASN dan Warga
Dishub telah menunjuk dua lokasi sebagai area parkir utama. Pertama, Gedong Budaya Soreang, dan kedua, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung. Kedua tempat ini akan menampung kendaraan milik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum yang hendak mengikuti CFD.
"Rencana pelaksanaan CFD masih dalam pembahasan. Dishub Kabupaten Bandung bersiap dalam hal rekayasa lalu lintas, kantong parkir, dan penempatan personel," kata Hilman Kadar di Bandung, Selasa.
Dua Tahap Pelaksanaan: Jumat di Kantor Pemkab, Minggu di Jalan Al Fathu
CFD tahap pertama akan digelar di kawasan Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung pada Jumat, 12 Juni 2026. Seluruh kendaraan bermotor dilarang masuk ke area kantor pemerintahan selama acara berlangsung.
Tahap kedua menyusul pada Minggu, 21 Juni 2026, di Jalan Al Fathu. Ruas jalan akan ditutup mulai dari simpang lampu lalu lintas Masjid Al Fathu pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.
Contraflow dan Pengalihan Arus di Jalan Al Fathu
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub menerapkan sistem contraflow di salah satu jalur Jalan Al Fathu menuju arah Soreang-Cipatik. Pengendara dari arah Pasar Sehat Soreang yang hendak menuju Jalan Raya Soreang-Cipatik tidak diperbolehkan belok ke Jalan Al Fathu.
"Pengendara harus melalui Jalan Gading Tutuka kemudian masuk ke Jalan Terusan Exit Tol Soroja," ujar Hilman.
CFD Jadi Bagian dari Germas dan Program Langit Biru
Kepala Bapperida Kabupaten Bandung Marlan menjelaskan, CFD merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan ini juga mendukung Program Langit Biru dan upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
"Kami masih melakukan penyempurnaan rencana ini. Akan ada pembahasan lanjutan. Untuk sementara jadwal CFD yang direncanakan yakni Jumat di kompleks perkantoran mulai 12 Juni 2026 dan Minggu di Jalan Al Fathu mulai 21 Juni 2026," kata Marlan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Bandung pada 2025 mencapai sekitar 1,16 juta unit. Sebanyak 1,15 juta unit di antaranya adalah sepeda motor. Marlan menilai CFD relevan untuk mengurangi polusi dan mendorong gaya hidup aktif di tengah tingginya mobilitas warga.