Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.609 per Dolar AS Pagi Ini, Menkeu Purbaya Siapkan Intervensi Pasar Obligasi

Jumat, 15 Mei 2026 • 15:50:14 WIB
Rupiah Tembus Rp17.609 per Dolar AS Pagi Ini, Menkeu Purbaya Siapkan Intervensi Pasar Obligasi
Rupiah melemah ke posisi Rp17.609 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

JAKARTA — Rupiah dibuka di zona merah pada Jumat (15/5/2026) pagi. Berdasarkan data Investing.com pukul 09.11 WIB, mata uang Garuda diperdagangkan di posisi Rp17.609 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan 0,64 persen atau setara 111,5 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah tak lepas dari aksi jual aset berdenominasi rupiah oleh investor asing. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik 0,26 persen ke level 98,987, menandakan dolar sedang perkasa di hadapan hampir seluruh mata uang utama dunia.

Apa yang Menggerakkan Dolar AS?

Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat yang solid. Laporan inflasi dan penjualan ritel yang dirilis pekan ini membuat para pedagang di pasar derivatif meningkatkan taruhan mereka terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun 2026.

Menurut alat CME FedWatch, ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat setelah sebelumnya sempat meredup. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membuat dolar semakin atraktif bagi investor global.

Selain faktor domestik AS, perhatian pasar juga tertuju pada kunjungan Presiden Donald Trump ke Tiongkok. Pelaku pasar berharap pertemuan itu bisa menghasilkan terobosan di bidang perdagangan dan kecerdasan buatan, serta meredakan ketegangan terkait konflik Iran.

Menkeu Purbaya: Intervensi Lewat Pasar Obligasi Mulai Besok

Pemerintah tidak tinggal diam melihat rupiah terus tergerus. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan langkah intervensi di pasar obligasi untuk meredam gejolak nilai tukar.

“Gunakan Bond Stabilization Fund kan, tapi belum fund semuanya kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini. Besok mulai jalan,” ucap Purbaya, Jumat pagi.

Langkah ini diambil agar imbal hasil (yield) SBN tidak melonjak terlalu tinggi yang bisa memicu aksi jual lebih besar. Pemerintah memastikan keuangan negara tetap aman karena simulasi dampak kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah sudah diperhitungkan dalam APBN hingga akhir tahun.

Apa Langkah Selanjutnya?

Meski Kemenkeu turun tangan melalui pasar SBN, Menteri Purbaya menegaskan bahwa garda terdepan penanganan nilai tukar tetap berada di tangan Bank Indonesia. Pemerintah hanya akan memberikan dukungan secara bertahap melalui instrumen Surat Berharga Negara yang sudah mulai diaktifkan sejak 13 Mei 2026.

Pasar kini menanti langkah konkret BI, apakah akan melakukan intervensi ganda di pasar spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) untuk menahan laju pelemahan rupiah lebih dalam.

Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks