Pencarian

Pemkot Sukabumi Gandeng 6 Kampus Luncurkan Program Beasiswa Bercahaya

Senin, 04 Mei 2026 • 19:43:02 WIB
Pemkot Sukabumi Gandeng 6 Kampus Luncurkan Program Beasiswa Bercahaya

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan enam perguruan tinggi dalam peluncuran Program Beasiswa Bercahaya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Penandatanganan tersebut berlangsung di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Senin (4/5).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memimpin langsung seremoni yang dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana beserta jajaran perangkat daerah. Kerja sama ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menguatkan partisipasi semesta demi mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh warga Sukabumi.

Program Beasiswa Bercahaya Tahun Akademik 2026/2027 dirancang untuk mempermudah akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan fleksibel. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai motor penggerak capaian daerah di masa depan.

Daftar Enam Kampus yang Terlibat dalam Beasiswa Bercahaya

Enam institusi pendidikan tinggi yang terlibat dalam kolaborasi ini mencakup universitas dan sekolah tinggi lintas disiplin ilmu. Perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Nusa Putra, Universitas Linggabuana, dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Selain itu, Pemkot Sukabumi juga menjalin kemitraan dengan STIE Pasim, Politeknik Sukabumi, serta STAI Syamsul Ulum. Keterlibatan berbagai kampus ini diharapkan mampu menyediakan pilihan studi yang beragam bagi calon penerima beasiswa sesuai minat dan kebutuhan industri.

"Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan. Berbagai capaian daerah tidak terlepas dari peran pendidikan yang kuat," ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam sambutannya, Senin (4/5).

Lima Kebijakan Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan

Peluncuran beasiswa ini merupakan bagian dari lima kebijakan strategis yang diusung Pemkot Sukabumi. Fokus utama mencakup pembangunan serta revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi sistem pembelajaran di seluruh jenjang.

Pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru. Hal ini dibarengi dengan penguatan karakter peserta didik guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

Upaya perluasan akses pendidikan dilakukan secara inklusif agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Ayep Zaki menekankan bahwa sistem pendidikan saat ini harus lebih mudah dijangkau dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Skema Pembiayaan Kolaboratif Lewat Wakaf dan Dana Sosial

Keberlanjutan Program Beasiswa Bercahaya tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah mulai mendorong pengelolaan dana sosial secara kolektif untuk mendukung pembiayaan pendidikan jangka panjang.

Ayep Zaki menyoroti pentingnya skema wakaf dan penguatan dana sosial lainnya sebagai instrumen pendukung. Dalam rangkaian Hardiknas tersebut, dilakukan juga penyerahan bantuan dana dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Kesehatan yang ditujukan bagi penanganan anak balita.

"Pentingnya pengelolaan dana sosial secara kolektif, termasuk melalui skema wakaf, untuk mendukung keberlanjutan program beasiswa bagi masyarakat," kata Ayep Zaki menegaskan komitmennya.

Melalui kolaborasi anggaran pemerintah dan dana sosial, Program Beasiswa Bercahaya diharapkan menjadi milik seluruh masyarakat. Langkah ini diproyeksikan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di Kota Sukabumi untuk tahun-tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: sukabumiupdate.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks