Cut Tari Kembali ke Layar Kaca Lewat Sinetron Wajah Cinta yang Lain, Tembus 100 Episode

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:16:01 WIB
Cut Tari kembali ke layar kaca melalui sinetron Wajah Cinta yang Lain dengan memerankan karakter Tamara.

JAKARTA — Cut Tari kembali tampil di layar kaca melalui sinetron Wajah Cinta yang Lain produksi Sinemart. Ia berperan sebagai Tamara, karakter antagonis yang disebutnya memang dirancang untuk membuat penonton kesal. Kembalinya Cut Tari ke dunia akting terjadi setelah ia rehat lebih dari enam tahun usai pernikahan keduanya.

Peran Tamara: Antagonis yang Sengaja Dibuat Membuat Penonton Geregetan

Cut Tari menyebut karakter Tamara bukan tokoh yang dibangun untuk dicintai penonton. Ia justru ingin memancing emosi pemirsa lewat tingkah antagonis yang diperankannya.

"Semakin penonton berkomentar luar biasa dan kesal, berarti mereka semakin hanyut melihat aku sebagai Tamara. Di sini aku antagonis yang bikin orang geregetan dan benci," ujar Cut Tari dalam wawancara daring bersama para pemeran lain, Kamis (22/10/2026).

Wawancara itu juga diikuti Dinda Kirana dan Andri Mashadi. Ketiganya membahas perkembangan cerita setelah sinetron menembus lebih dari 100 episode.

Pencapaian 100 Episode dan Prediksi Cut Tari Sejak Awal

Cut Tari mengaku sudah memprediksi sinetron ini akan menarik perhatian publik sejak awal. Menurutnya, alur cerita pembalasan dendam yang dinamis dan tidak klise menjadi salah satu faktor pendukung.

Selain itu, ia menilai atmosfer kerja di lokasi syuting sangat solid. Para pemain disebutnya kompak tidak hanya di depan kamera, tetapi juga saat istirahat dan makan bersama.

"Jujur, pemain-pemainnya luar biasa kompak, bukan cuma saat bekerja di depan kamera, tapi juga pas lagi break dan makan bareng," katanya.

Ia menyebut rekan-rekan mudanya, Andri Mashadi dan Dinda Kirana, punya sifat jenaka di luar karakter. Hal itu membuatnya kerap terhibur meski memerankan tokoh paling serius di sinetron tersebut.

Alasan Cut Tari Berani Kembali ke Sistem Syuting Kejar Tayang

Salah satu pertimbangan utama Cut Tari menerima proyek ini adalah sistem kerja di lokasi yang dinilai teratur. Ia mengaku tetap punya waktu berkualitas untuk suami dan anak-anak di rumah meski menjalani syuting kejar tayang.

"Proyek ini sangat menyenangkan. Yang terpenting buat aku, jam kerjanya sehat banget. Aku tetap punya waktu berkualitas untuk suami dan anak-anak di rumah," imbuhnya.

Cut Tari juga mengapresiasi totalitas rekan mainnya. Ia menyoroti aksi dramatis Andri Mashadi dan Dinda Kirana saat melakoni adegan di atas kapal di kawasan Ancol yang sempat viral dan menyedot antusiasme puluhan ribu penonton di platform streaming.

Konflik Wajah Cinta yang Lain Mulai Memanas

Memasuki lebih dari 100 episode, penyamaran Ariana yang diperankan Dinda Kirana mulai terbongkar oleh Bima, tokoh yang dimainkan Andri Mashadi. Bima terus berupaya merebut kembali Asti, wanita yang pernah menjadi istrinya, dengan menghalalkan segala cara.

Situasi itu membuka kembali luka lama yang selama ini dipendam Ariana. Di tengah konflik, Ariana juga harus menghadapi Tamara, ibu kandung Pamela yang diperankan Andi Annisa.

Tamara disebut sebagai wanita yang pernah merusak rumah tangga Asti dan Bima, sekaligus dalang di balik berbagai tragedi yang dialami Ariana. Cut Tari berharap sinetron ini bisa terus menghibur masyarakat luas.

"Semoga karya ini bisa dinikmati dengan nyaman di hati penonton, dan perjalanannya bisa terus berlanjut hingga ratusan episode ke depan," tuturnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top