BANDUNG — Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani menjelaskan bahwa SAWER diperkenalkan untuk membantu pelaku IKM mengidentifikasi peluang pasar, menganalisis kebutuhan pembeli, serta memetakan potensi ekspor berdasarkan negara tujuan secara terukur. Platform itu menjadi salah satu dari rangkaian fasilitasi bisnis yang disiapkan Disperindag Jabar sepanjang 2026.
Fasilitasi bisnis paling anyar adalah gelaran West Java Expo (WJX) 2026 pada 14-18 Oktober 2026 di Tangerang. Pameran itu membukukan nilai transaksi mencapai Rp477,3 miliar atau setara 26,4 juta dolar AS.
Transaksi didominasi ekspor komoditas kopi hingga cengkeh. Angka itu menjadikan WJX 2026 sebagai salah satu ajang dagang dengan nilai transaksi terbesar dalam rangkaian fasilitasi Disperindag Jabar tahun ini.
Sebelum WJX, Disperindag Jabar menggelar West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 pada 12-14 Juni di Bandung. Kegiatan tersebut membukukan nilai transaksi sebesar Rp37,5 miliar atau 2,09 juta dolar AS.
WIITEX juga mencatat potensi business matching Rp2,3 miliar dan lelang komoditas Rp312 juta. Pembeli dari 10 negara terlibat, termasuk pendelegasian 34 pembeli asal Pakistan.
Penguatan kapasitas internal IKM dimaksimalkan lewat ajang Jabar Kabisa 2026 pada 8-9 Oktober di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan itu memfasilitasi 2.214 pengguna dengan 29 jenis layanan perizinan, sertifikasi halal, SNI, dan pembiayaan.
Jabar Kabisa 2026 mencatatkan transaksi langsung sebesar Rp392,9 juta. Layanan perizinan dan sertifikasi menjadi pintu masuk bagi IKM yang ingin menembus pasar ekspor.
Nining menegaskan bahwa rangkaian fasilitasi terstruktur dari hulu ke hilir menegaskan komitmen Pemprov Jabar dalam melahirkan eksportir baru yang tangguh. Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk menjaga dominasi komoditas unggulan Jawa Barat di rantai pasok perdagangan dunia.
"Rangkaian fasilitasi terstruktur dari hulu ke hilir ini menegaskan komitmen Pemprov Jabar dalam melahirkan eksportir baru yang tangguh, guna menjaga dominasi komoditas unggulan Jawa Barat di rantai pasok perdagangan dunia," kata Nining.
Bagi pelaku IKM, SAWER diharapkan memangkas ketergantungan pada informasi pasar yang selama ini diperoleh secara terbatas. Platform itu memetakan kebutuhan pembeli per negara tujuan sehingga pelaku usaha bisa menyiapkan produk dan spesifikasi yang sesuai permintaan.
Disperindag Jabar menyiapkan rangkaian fasilitasi lanjutan hingga akhir 2026. Pelaku IKM yang ingin memanfaatkan layanan perizinan, sertifikasi halal, SNI, dan pembiayaan dapat mengikuti agenda fasilitasi yang diumumkan Disperindag Jabar.