PWI Jabar dan JHB Bawa 5 Materi ke Komdigi, Bahas Perlindungan Warga dari Kejahatan AI

Penulis: Okta Nugraha  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 07:16:01 WIB
Delegasi PWI Jabar dan JHB berfoto bersama usai audiensi dengan Komdigi di Bandung.

BANDUNG — Audiensi tersebut menjadi rangkaian persiapan menuju BDSF 2026 yang rencananya digelar Kamis, 29 Oktober 2026 di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 56, Kota Bandung. Delegasi jurnalis mengusung tema utama "Mitigasi Risiko Era AI: Penguatan Perlindungan Publik dan Keamanan Finansial Guna Mendorong Transaksi Digital yang Aman".

Sorotan utama tertuju pada maraknya penipuan berteknologi tinggi. Pelaku kejahatan makin canggih memanfaatkan AI untuk meniru suara, memalsukan wajah lewat deepfake, hingga memanipulasi bukti transfer keuangan yang sulit dibedakan masyarakat awam.

Kerugian Warga Tembus Rp 9,5 Triliun hingga April 2026

Ancaman kejahatan siber itu sejalan dengan data Komdigi. Berdasarkan catatan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan Satgas PASTI, kerugian masyarakat akibat kejahatan siber hingga April 2026 menembus Rp 9,5 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat sejak November 2024 hingga akhir September 2026, IASC menerima 702.342 laporan penipuan. Sebanyak 702.833 rekening terpaksa diblokir dengan total dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp 811,1 miliar.

Kondisi itu membuat edukasi masif dinilai mendesak. Warga perlu membentengi diri sebelum menjadi korban kerugian finansial.

UMKM Jadi Sasaran Utama, Cek Saldo Sebelum Serahkan Barang

Ketua Panitia BDSF 2026, Yedi Supriyadi, menegaskan forum itu dirancang bukan sekadar ajang berkumpul. BDSF 2026 disebut sebagai wadah pembekalan pengetahuan praktis bagi masyarakat luas, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Harapan PWI Jabar dan JHB, forum ini tak berhenti sebatas seremoni," tegas Yedi.

Yedi mencontohkan kebiasaan yang harus jadi standar baku bagi pedagang UMKM. Mereka diminta mengecek saldo masuk langsung di rekening sebelum menyerahkan barang. Pasalnya, struk atau tampilan bukti transfer di layar ponsel kini sangat mudah direkayasa.

Modul Literasi AI hingga Saluran Pengaduan Terintegrasi IASC

Komitmen itulah yang dibawa PWI Jabar dan JHB ke hadapan Komdigi. Kedua organisasi mendorong lahirnya kolaborasi berkelanjutan.

Kolaborasi yang diusulkan mencakup penyusunan modul literasi AI, kampanye pencegahan penipuan melalui media massa, hingga penguatan saluran pengaduan yang terintegrasi langsung dengan IASC.

BDSF 2026 di Bandung juga bakal diwarnai Deklarasi Bersama. Deklarasi itu melibatkan Pemkot Bandung, Komdigi, OJK, bank bjb, bjb syariah, Telkomsel, Polrestabes Bandung, Kejaksaan, PWI Jawa Barat, dan JHB.

PWI Jabar dan JHB berharap inisiasi program keamanan digital yang dimulai dari Kota Bandung dapat bergulir secara nasional. Tujuannya melindungi masyarakat dari cengkeraman kejahatan finansial berbasis AI.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kapol.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top