KAI Layani 351 Juta Pelanggan, KAI Commuter Jadi Penopang Terbesar

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 28 September 2026 | 09:49:01 WIB
KAI melayani 351,6 juta pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 7,09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

JAWA BARAT — PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 351.602.397 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 7,09 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 328.311.868 pelanggan. Lonjakan ini menegaskan pergeseran peran kereta api dari moda perjalanan antarkota menjadi bagian aktivitas harian masyarakat.

Paragraf pembuka: Kenaikan jumlah penumpang terjadi di hampir seluruh lini layanan KAI Group, mulai dari commuter perkotaan, kereta jarak jauh, LRT, kereta cepat Whoosh, hingga layanan wisata. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai perubahan aktivitas masyarakat menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

KAI Commuter Sumbang Penumpang Terbanyak

KAI Commuter menjadi kontributor terbesar dengan 277.272.682 pelanggan, tumbuh 6,32 persen dari 260.797.109 pelanggan pada Januari–Agustus 2025. Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI menyusul dengan 40.379.062 pelanggan, meningkat 8,69 persen dibanding 37.152.345 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mobilitas perkotaan juga tercermin dari LRT Jabodebek yang mengangkut 21.809.797 pelanggan, naik 19,05 persen dari 18.320.610 pelanggan. Bogor Line sendiri mencatat 105.704.913 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan rata-rata sekitar 435 ribu pelanggan per hari.

Tingginya angka tersebut mendorong KAI memperbesar kapasitas dan fasilitas pelayanan, termasuk pengembangan peron di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12.

Whoosh hingga KAI Wisata Ikut Tumbuh

Di luar perjalanan harian, Whoosh melayani 4.078.168 pelanggan atau naik tipis 0,68 persen dari 4.050.791 pelanggan. KAI Bandara mencatat 4.647.947 pelanggan, tumbuh 0,19 persen dibanding 4.639.062 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

LRT Sumsel melayani 2.965.997 pelanggan, sedangkan KA Makassar–Parepare mengangkut 231.764 pelanggan atau tumbuh 13,13 persen dari 204.856 pelanggan. Layanan yang dikelola KAI Wisata mencatat pertumbuhan paling mencolok, yaitu 49,09 persen, dari 145.537 menjadi 216.980 pelanggan.

Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Petani-Pedagang

KAI juga menghadirkan pilihan perjalanan dengan karakter lebih spesifik. Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 182.208 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026, terdiri atas 181.900 pelanggan K3 Kerakyatan dan 308 pelanggan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh pada relasi Garut–Pasar Senen dan sebaliknya.

Di wilayah Banten, Kereta Petani dan Pedagang lintas Merak–Rangkasbitung melayani 43.780 pelanggan sejak beroperasi 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026, dengan tarif Rp3.000 sekali perjalanan. Layanan ini menopang mobilitas warga untuk bekerja, berdagang, dan aktivitas sehari-hari.

Transaksi Digital Lewat Access by KAI

Perubahan cara masyarakat bepergian terlihat dari pemanfaatan kanal digital. Sepanjang Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi penjualan tiket KA Utama dan KA Lokal, setara 76,34 persen dari total 22.281.645 transaksi di seluruh kanal penjualan.

Dari sisi volume tiket, Access by KAI melayani pembelian 24.544.468 tiket, atau 73,68 persen dari total 33.313.364 tiket KA Utama dan KA Lokal yang terjual pada periode tersebut.

Penutup: Pertumbuhan penumpang di seluruh lini usaha KAI Group menunjukkan transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat, tidak hanya untuk perjalanan antardaerah tetapi juga aktivitas harian di kawasan perkotaan.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: infoekonomi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top