JAKARTA — Pertemuan Indonesia dan Malaysia di SUGBK kali ini bukan sekadar soal tiga poin. Kedua tim membawa bekal kemenangan dari pertandingan pertama FIFA ASEAN Cup 2026, dan sama-sama punya alasan untuk percaya diri.
Indonesia mengalahkan Singapura 2-0. Malaysia menang lebih meyakinkan, 3-0 atas Bangladesh. Dua hasil itu membuat laga di Jakarta bakal menentukan siapa yang lebih dulu mengunci posisi di fase berikutnya.
Pertemuan Indonesia dan Malaysia jarang berjalan biasa-biasa saja. Kadang soal tiga poin, kadang soal gengsi. Sering kali keduanya datang bersamaan.
SUGBK punya catatan tersendiri dalam sejarah kedua tim. Lebih dari tujuh tahun lalu, stadion ini jadi saksi bagaimana sebuah pertandingan berbalik hanya dalam 45 menit.
Laga 5 September 2019 merupakan bagian dari Kualifikasi Piala Dunia 2022. Stadion penuh, harapan tuan rumah tinggi.
Indonesia memulai dengan sangat baik. Beto Goncalves mencetak gol pada menit ke-12. Malaysia membalas lewat Mohamadou Sumareh di menit ke-37, tapi dua menit kemudian Beto kembali mencatatkan namanya di papan skor. Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Babak kedua berubah jadi cerita berbeda. Malaysia menemukan ritmenya. Syafiq Ahmad menyamakan kedudukan, lalu Sumareh kembali mencetak gol. Malaysia berbalik unggul 3-2 dan Indonesia harus menerima kekalahan di kandang sendiri.
Sosok di balik kemenangan Malaysia 2019 itu kembali hadir di Jakarta. Bedanya, Tan Cheng Hoe tidak datang dengan status pelatih tetap.
Ia kini berstatus interim. Artinya, pertandingan di Jakarta juga menjadi bagian dari upayanya meyakinkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) soal kelayakannya menangani Harimau Malaya secara permanen.
"Kami sangat senang berada di sini pada edisi pertama FIFA ASEAN Cup. Malaysia pastinya sangat bersemangat," kata Tan Cheng Hoe.
Indonesia datang setelah mengalahkan Singapura 2-0. Malaysia datang dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh.
Dua tim sama-sama membawa kemenangan. Dua tim sama-sama punya alasan untuk percaya diri. Situasi ini berbeda dari 2019, ketika Indonesia lebih dulu dipandang sebagai tuan rumah yang diunggulkan.
SUGBK bukan sekadar lapangan pertandingan. Di tempat inilah Indonesia dan Malaysia terakhir bertemu lebih dari tujuh tahun lalu, dan di tempat yang sama pula sejarah mencatat bagaimana sebuah laga bisa berubah hanya dalam 45 menit.
Indonesia vs Malaysia pada 28 September 2026 akan membuka cerita baru. Apakah Indonesia mampu menulis akhir yang berbeda kali ini, jawabannya akan muncul di SUGBK.