Yamaha Kembangkan Dua Prototipe Motor Hybrid Proto PHEV dan Proto HEV, Simak Cara Kerjanya

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 21 September 2026 | 09:46:01 WIB
Yamaha memperkenalkan prototipe motor hybrid Proto PHEV dan Proto HEV di Bogor.

BOGOR — Yamaha memperkenalkan dua prototipe motor hybrid yang diberi nama Proto PHEV dan Proto HEV. Langkah tersebut menjadi penanda keseriusan pabrikan dalam menghadirkan teknologi plug-in hybrid pada sepeda motor komersial. Proto PHEV dirancang berbasis motor naked tiga silinder populer, Yamaha MT-09.

Teknologi plug-in hybrid pada Proto PHEV bertujuan menekan emisi gas buang secara signifikan. Selain itu, sistem ini memberikan dorongan performa tenaga yang lebih responsif saat berkendara. Sementara Proto HEV berfokus pada efisiensi motor matik atau scooter.

Dua Motor Listrik pada Proto HEV

Paten terbaru Yamaha mengungkap cara kerja sistem series-parallel hybrid pada konsep Proto HEV. Dapur pacu ini mengombinasikan satu mesin pembakaran internal bersilinder tunggal dengan transmisi otomatis CVT. Yamaha menyematkan dua unit motor listrik generator sekaligus pada sistem tersebut.

Motor listrik pertama dipasang di bagian belakang lengan ayun (swingarm) dan terhubung langsung ke roda belakang. Motor ini ditenagai paket baterai berukuran cukup besar yang ditempatkan di antara kaki pengendara. Saat mengusung mode murni listrik, mesin bensin akan mati total dan terputus dari transmisi CVT menggunakan kopling elektromagnetik.

Selain menggerakkan roda, motor belakang berfungsi menyerap energi pengereman untuk diubah kembali menjadi daya listrik. Motor listrik kedua dipasangkan langsung pada poros engkol (crankshaft) mesin bensin. Motor kedua ini berfungsi ganda sebagai penggerak sekaligus generator pengisi daya.

Bagaimana Sistem Berpindah Mode Secara Otomatis?

Ketika daya baterai berada di bawah batas tertentu, mesin bensin menyala otomatis untuk memutar generator dan mengisi ulang baterai tanpa terhubung ke roda. Sistem ini bertindak sebagai penambah jarak tempuh (range extender) saat motor melaju dalam mode listrik.

Jika pengendara membutuhkan akselerasi ekstra, sistem otomatis mengoperasikan kopling elektromagnetik untuk menyambungkan mesin bensin ke transmisi CVT. Pada mode boost, kedua motor listrik dan mesin bensin bekerja bersamaan untuk menghempaskan torsi dan tenaga maksimal ke roda belakang. Seluruh perpindahan mode berkendara diatur komputer transmisi sehingga penyaluran tenaga terasa halus tanpa kejutan.

Jejak Panjang Hybrid Yamaha dan Kerja Sama dengan Toyota

Pengembangan motor hybrid bukan hal baru bagi Yamaha. Pada 2005, Yamaha memperkenalkan motor konsep art-deco bernama Gen-Ryu yang memadukan mesin empat silinder YZF-R6 599 cc dengan motor listrik menggunakan transmisi planetary ala Toyota Prius.

Kerja sama teknis Yamaha dan Toyota telah terjalin selama puluhan tahun. Keberhasilan Toyota Prius di pasar global kala itu menginspirasi Yamaha menerapkan konsep serupa pada sepeda motor. Proyek tersebut berlanjut pada pengembangan motor konsep HV-X pada 2007 dan 2008 yang mengadopsi mesin dua silinder sejajar dari skutik TMax 500.

Proyek HV-X terhenti akibat krisis ekonomi global 2008 yang memaksa produsen memangkas anggaran riset. Kini, dengan semakin banyak kota besar di dunia memberlakukan zona bebas emisi (zero-emissions zones), kebutuhan akan kendaraan seperti Proto PHEV dan Proto HEV kembali meningkat.

Motor hybrid menawarkan solusi bagi pengendara yang ingin melintas di kawasan bebas polusi menggunakan mode listrik murni. Fleksibilitas mesin bensin membuat pengendara tak khawatir kehabisan daya saat menempuh perjalanan jarak jauh.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top