KUNINGAN — Kiper SMK Negeri 3 Kuningan menjadi pahlawan kemenangan timnya di final Proton Super Cup Qualifiers. Satu tendangan pemain SMK Pertiwi berhasil ditepis dalam babak adu penalti, memastikan gelar juara kategori SMA/SMK/MA putra dibawa pulang ke GOR Ewangga, Selasa (18/8/2026).
Sebelumnya, kedua tim bermain sangat terbuka dan saling jual beli serangan. Enam gol tercipta di waktu normal, namun skor 4-4 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Proton Super Cup Qualifiers bukan sekadar ajang tahunan. Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, menyebut turnamen ini adalah bagian dari program klub untuk membangun ekosistem futsal sekaligus membuka ruang bagi pelajar berbakat menunjukkan kemampuannya.
"Turnamen ini adalah agenda kompetisi antarpelajar yang merupakan program dari Proton FC sebagai klub profesional," ujar Thony di sela-sela pertandingan.
Ia menegaskan proses pencarian bibit pemain tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Proton FC menugaskan pelatih-pelatih senior untuk memantau potensi pemain muda di berbagai daerah.
"Kita menugaskan di 27 kabupaten/kota para pelatih senior untuk melakukan talent scouting terhadap bakat-bakat yang ada di tiap daerah," katanya.
Thony menilai banyak pemain muda sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, tetapi belum mendapatkan kesempatan tampil di panggung kompetisi yang memadai. Proton Super Cup diharapkan menjadi wadah bagi mereka untuk unjuk potensi sekaligus membuka peluang berkarier secara profesional.
"Terkadang kita melihat bakat-bakat itu karena panggungnya memang tidak disediakan. Nah, Proton Super Cup ini adalah panggung yang kami sediakan buat bakat-bakat muda untuk bisa kami scouting, sehingga mereka punya kesempatan untuk berkarier secara profesional di klub futsal profesional," tuturnya.
Selain aspek prestasi, Thony berharap kompetisi antarpelajar ini mampu membentuk karakter generasi muda. Olahraga disebutnya menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, kompetitif, konsistensi, dan profesionalisme.
"Harapan saya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa membangun value, membangun nilai bagi generasi muda bahwa mereka adalah tulang punggung negara," pungkasnya.